Baru 5 Hari Bebas Karena Program Asimilasi, Herman Dibekuk Polisi Usai Curi Ponsel dan Terekam CCTV

Baru 5 Hari Bebas Karena Program Asimilasi, Herman Dibekuk Polisi Usai Curi Ponsel dan Terekam CCTV

Tribunkaltim.Co/Zainul
Herman Tato alias Cippe ditangkap pihak kepolisian dari Polsek Balikpapan Barat gara-gara mencuri lagi padahal baru 5 hari dibebaskan. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN- Seorang narapida di kota Balikpapan yang baru saja lima hari dibebaskan setelah mendapat program Asimilasi dari pemerintah justru ditangkap polisi lagi.

Napi tersebut bernama Herman Tato Alias Cippe (35), warga Kecamatan Balikpapan Barat.

Ia diamankan pihak Kepolisian dari Opsnal Polsek Balikpapan Barat lantaran kembali terlibat kasus pencurian lagi, seperti halnya kasus yang mengantarkan dirinya dulu bersarang di balik jeruji besi sel Lembaga Pemasyarakatan kelas A atau Lapas Balikpapan pada tahun 2017 silam.

Pria bertato itu dikenal cukup ahli dalam melakukan aksi pencurian. Ia tidak pernah gagal dalam mengintai targetnya.

Kapolsek Balikpapan Barat Kompol Imam Tauhid, mengatakan pelaku diamankan pada Sabtu lalu (4/4/2020) dan merupakan residivis pencurian yang baru saja kurang lebih 5 hari dibebaskan dari penjara.

"Pelaku kita amankan sebelum 24 jam. Pelaku ini juga residivis dan belum lama sepekan keluar dari penjara," katanya, Jumat (10/4)

Kronologi penangkapan pelaku tersebut bermula saat pelaku melakukan pencurian di Rumah Sakit Sayang Ibu Balikpapan.

Ia menggasak dua unit handphone milik pengunjung rumah sakit. Aksi pelaku saat itu sempat terekam kamera CCTV dan langsung dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Belum Lama Keluar dari Sel Tahanan Rutan Balikpapan, Andi Herman Alias Cippe Kembali Mencuri

Aksi Pencurian Pria Ini Terekam CCTV, Dibekuk Tim Beruang Hitam Polresta Balikpapan

Berbekal rekaman CCTV, Unit Opsnal Polsek Balikpapan Barat melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku di rumahnya yang terletak di kawasan Balikpapan Barat.

Saat ini pelaku sudah diamankan di Mapolsek Balikpapan Barat sambil menunggu waktu penyelidikan lebih lanjut.

Ia dijerat pasal 363 dan 362 KUHP dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara. (*)

Penulis: Zainul
Editor: Rahmad Taufiq
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved