Pilkada Samarinda

Bawaslu Samarinda Masih Menunggu Arahan Terkait Sisa Dana Hibah, Sudah Gunakan Rp 2,3 Miliar

Akibat ditundanya sejumlah tahapan pemilihan umum karena pandemi corona, seluruh penyelenggara, termasuk pengawas pemilu bakal realokasi anggaran

HO Bawaslu Samarinda
Koordinator Sekretariat Bawaslu Samarinda, Danny Rachmadi (paling kanan). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Akibat ditundanya sejumlah tahapan pemilihan umum ( Pemilu ) karena pandemi corona, seluruh penyelenggara, termasuk pengawas pemilu bakal realokasi anggaran.

Begitu pun dengan Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu Samarinda. Pilkada 2020 ini, Bawaslu mendapat anggaran Rp 11,5 miliar yang dikucurkan secara bertahap. Dari Rp 11,5 miliar, Bawaslu Samarinda baru menerima Rp 4,6 miliar.

“Dari jumlah Rp 4,6 miliar itu, kita sudah gunakan sekitar Rp 2,3 miliar. Sisanya belum terealisasi, nanti dikembalikan tapi kami masih tunggu arahan,” kata Koordinator Sekretariat Bawaslu Samarinda, Danny Rachmadi saat dihubungi via telepon, Jumat (10/4/2020).

Kegiatan penggunaan anggaran Rp 2,3 miliar itu meliputi, pembentukan badan ad hoc, honorarium ad hoc, sewa menyewa peralatan, perlengkapan dan kantor di kecamatan. Selain itu, ada pembiayaan sosialisasi, raker,bimtek, rakor dan lainnya.

Saat ini penggunaan anggaran hibah itu sudah distop seiring rencana penundaan Pilkada.

Soal Koalisi Pilkada Samarinda, Siswadi Sebut PDIP Tidak Seperti yang Lain, Acuan Saya SK DPP

Poros Baru Pilkada Samarinda, Ketua DPC PAN Jasno Rajin Bangun Komunikasi dengan PDIP dan Demokrat

Ketua DPW PKS Kaltim Tegaskan PKS Mendukung Penuh Andi Harun - Rusmadi Wongso Pilkada Samarinda

“Karena itu kami masih menunggu arahan apakah dana sisa itu tetap di Bawaslu atau dikembalikan ke pemerintah daerah. Kami masih tunggu informasi, karenakan ini kebijakan nasional,” jelas Danny.

Sambil menunggu arahan pusat, Danny mengatakan Bawaslu Samarinda tetap melakukan pengawasan selama penundaan ini agar tak ada aktivitas yang dilakukan oleh KPU Samarinda.

“Itu sesuai arahan Bawaslu RI. Jangan sampai ada aktivitas yang berlangsung di KPU kaitannya dengan tahapannya Pilkada 2020,” jelasnya.

Mengingat, saat ini sedang dilakukan rapat dengar pendapat antara Komisi II DPR RI, Bawaslu RI, KPU RI dan Kemendagri untuk menghasilkan keputusan lebih lanjut. (m08)

IKUTI >> Update Pilkada Samarinda

(Tribunkaltim.co/Sapri Maulana)

Penulis: Sapri Maulana
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved