Jumat, 24 April 2026

Diskominfo Kukar Siarkan Edisi Terakhir Pesantren Ramadhan Daring, Bahas Penulisan Cerita Anak

Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kutai Kartanegara ( Diskominfo Kukar ) kembali menyiarkan pesantren ramadhan daring melalui YouTube Kota Ra

LAYAR TANGKAP/KOTA RAJA CHANNEL
Pesantren ramadhan daring yang disiarkan pada YouTube Kota Raja Channel membahas mengenai cara menulis cerita anak. 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG- Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kutai Kartanegara ( Diskominfo Kukar ) kembali menyiarkan pesantren ramadhan daring melalui YouTube Kota Raja Channel, Kamis (21/5/2020) pagi.

Pada kesempatan kali ini merupakan pesantren ramadhan daring edisi terakhir, setelah disiarkan hampir setiap hari mulai dari awal memasuki bulan ramadhan.

Narasumber utama pada dialog tersebut adalah Shanti Agustiani yang merupakan guru penggerak, serta sehari-hari menjadi tenaga pendidik di MAN 2 Kukar.

Sedangkan moderator pada kesempatan kali ini adalah Suparno Ghopar, guru SMKN 1 Tenggarong.

Sidang Kasus Korupsi Mantan Kadis Pasar Samarinda Sulaiman Sade Ditunda Hingga Usai Lebaran

Materi yang dibawakan kali ini mengenai tips menulis cerita anak dan undangan.

Seperti biasa, di pertengahan maupun akhir materi, pembawa acara membacakan kuis yang diperuntukan bagi pemirsa Kota Raja Channel dengan iming-iming hadiah menarik.

Di awal penjelasannya, Shanti memaparkan mengenai pengertian dari cerita anak, yakni karangan yang menuturkan perbuatan, pengalaman dan kejadian, dibuat dengan cerita yang sederhana, kompleks dan memiliki nilai moral, serta dilihat dari sudut pandang anak.

"Cerita anak berbeda dengan cerita dewasa, pada cerita anak tidak ada isi yang bermuatan hal tidak pantas diketahui anak, seperti kata kotor, pornografi atau menunjukan moralitas yang buruk," ucap Shanti.

12 Tahun Jadi Petani, Ibu di Samarinda Beralih Geluti Jasa Cleaning Service Panggilan

Dia menambahkan, cerita anak disajikan tidak berbelit-belit, disusun dengan misi sebagai pendidikan.

Kehadiran buku yang berisi cerita anak ini bertujuan agar anak dapat mengasah daya pikir, mengembangkan kreativitas dan imajinasi.

Pada buku cerita anak, kisahnya harus menanamkan nilai dan etika moral, seperti kejujuran, empati, dan rendah hati. Dengan adanya buku cerita anak dapat menumbuhkan minat baca anak sedini mungkin.

Untuk mulai menulis cerita anak, terlebih dahulu dia menjelaskan mengenai jenis-jenis cerita anak, di antaranya cerita jenaka yang berisi mengenai hal-hal lucu, lalu cerita dongeng berisi mengenai angan-angan maupun khayalan.

Kemudian cerita fabel yang menampilkan hewan sebagai tokoh, lalu cerita legenda yang berisi mengenai kisah dari zaman dahulu, berkaitan dengan sejarah.

Terakhir Terima 2007, Tahun Ini Tenaga Honorer di Lingkungan Pemkab Kukar Kembali Dapat THR

Sedangkan cerita mitos merupakan hal-hal yang berkaitan dengan kepercayaan, dewa, ataupun makhluk halus yang erat kaitannya dengan misteri dan dunia gaib, serta cerita nyata inspiratif.

"Harus pahami dulu jenis cerita anak, hal ini untuk memudahkan dalam mencari ide dan pengembangan isi cerita," tuturnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved