Breaking News:

Kondisi Jalan di Sangasanga Retak, DPRD Kukar Minta Dinas PU Bertanggung Jawab

DPRD Kutai Kartanegara menyoroti kondisi proyek pembangunan jalan di Kecamatan Sangasanga.

Penulis: Sapri Maulana | Editor: Rahmad Taufiq
HO/DPRD KUKAR
Wakil Ketua II DPRD Kukar Alif Turiadi menunjukkan kondisi pembangunan jalan di Sangasanga yang telah retak. 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG- DPRD Kutai Kartanegara menyoroti kondisi proyek pembangunan jalan di Kecamatan Sangasanga.

Wakil Ketua III DPRD Kukar Siswo Cahyono meminta agar Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar bertanggung jawab penuh dengan cara memberi penegasan kepada pihak ketiga yang mengerjakan proyek tersebut.

Apalagi, informasi yang dihimpun DPRD Kukar, pembayaran proyek pembangunan jalan Sangasanga telah rampung.

“Pembayarannya justru sudah. Dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum lalai, kok tidak mengawasi pekerjaan itu, karena kan ada konsultan perencana, konsultan pengawas dan ada PPTK dan kelengkapan pejabat teknis lainnya. Harusnya jangan ada lagi di Kukar ini pekerjaan yang asal-asalan seperti ini,” ucap Siswo Cahyono.

Sebelumnya, Siswo Cahyono bersama Wakil Ketua II DPRD Kukar Alif Turiadi mengecek langsung kondisi pembangunan jalan di Sangasanga belum lama ini.

Baca juga: Catherine Wilson Ditangkap, Polisi Temukan Dua Paket Diduga Sabu, Manajer Artis Mengaku Belum Tahu

Baca juga: DPRD Balikpapan Panggil Direksi PDAM, Protes Lonjakan Tarif Ekstrem, Minta Perbandingan Perhitungan

“Jadi saat Sidak ada temuan pekerjaan kontruksi jalan yang tidak sesuai dengan kualitas pekerjaan. Sehingga kami akan mengkonfirmasi ke Pemerintah Kabupaten dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum.

Kami ingin minta keterangannya terkait pekerjaan yang ditangani oleh pihak ketiga tersebut,” kata Alif Turiadi.

Alif Turiadi mengaku kecewa dengan hasil pekerjaan jalan ini, dan pihaknya akan meminta pertanggungjawaban Dinas Pekerjaan Umum karena dinilai lalai dalam melakukan fungsinya.

“Nama kontraktornya kami belum tahu, yang pasti kualitas jalannya sangat jauh dari yang diharapkan, tentu kami kecewa, dan pada saat sidak kemarin ada warga yang ikut dan mengaku sangat kecewa juga dan memohon kepada kami agar bisa dibantu untuk penyambung lidah kepada pihak yang mengerjakan ini, supaya bisa dipertanggungjawabkan,” kata Alif Turiadi.

Baca juga: Kemungkinan Penularan Covid-19 Lewat Airborne, Dokter Spesialis Paru RSUD Tarakan Imbau Jangan Panik

Baca juga: Simpan Sabu di Bungkus Rokok, 2 Pekerja Serabutan di Kongbeng Kutim Terpaksa Diciduk Polisi

Dari hasil pantauannya, kondisi jalan sangat parah, yakni terdapat retakan pada badan jalan dan mengalami sedikit longsor.

“Saya dengar pekerjaan untuk paket ini senilai Rp 9 miliar, tapi pekerjaannya seperti paket PL (Penunjukan Langsung), yang paket penunjukan langsung yang nilainya seratus jutaan saja, sangat parah ini kualitasnya asal-asalan,” ucap Alif Turiadi. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved