Breaking News:

PDAM Tirta Alam Tarakan Diproyeksikan Periode 2020-2023 Capai Keuntungan, Bisa Raup Rp 30 Miliar

Target rencana bisnis PDAM Tirta Alam Tarakan di tahun 2020-2023 bisa meraup keuntungan sebanyak Rp 30 miliar, Minggu (2/8/2020).

HO/PDAM
ILUSTRASI Perbaikan pipa PDAM. Target rencana bisnis PDAM Tirta Alam Tarakan di tahun 2020-2023 bisa meraup keuntungan sebanyak Rp 30 miliar, Minggu (2/8/2020). 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Target rencana bisnis PDAM Tirta Alam Tarakan di tahun 2020-2023 bisa meraup keuntungan sebanyak Rp 30 miliar, Minggu (2/8/2020).

Tapi tahun ini, PDAM Tirta Alam sudah mempunyai laba sebelum penyusutan sekitar Rp 5 miliar di semester pertama.

"Itu tidak pernah terjadi sepanjang sejarah PDAM di Tarakan, makanya itu efisiensi yang dianjurkan oleh Walikota, itu kita jalani di PDAM," ujar Direktur Utama PDAM Tirta Alam Tarakan, Iwan Setiawan kepada TribunKaltim.co.

Efisiensi ini, kata dia, bagaimana memanfaatkan sumber daya manusia, sumber daya aset, sumber daya alat dan produksi itu dipergunakan sebesar-besarnya dengan biaya yang minimal.

Mulai 1 Agustus 2020 Tarif PDAM PPU Naik 22,5 Persen, Warga Diimbau Hemat Pemakaian Air

Soal Perubahan Status PDAM Jadi Perumda, Komisi II DPRD Balikpapan Akan Bongkar Habis di Bapem Perda

"Nah itu kan yang kita lakukan sekarang di PDAM dan ternyata bisa kita lakukan. Yang jelas sekarang kita sedang menuju yang katanya selama ini PDAM rugi, kita akan untung," ucapnya optimis.

Perlu diketahui, tarif PDAM Tarakan itu terendah di seluruh Kalimantan. Bayangkan saja, tarif per kubik hanya dibandrol Rp1100 hingga Rp 1200 yang sosial, kemudian Rp 2600 yang A1.

"Makanya nanti kita akan mengadakan rasionalisasi harga, mungkin di bulan Oktober tapi tentu selama rasionalisasi harga ini tidak memberatkan masyarakat," ungkap dia.

Rasionalisasi harga ini nantinya pasti akan melibatkan Pemkot Tarakan dan pihak-pihak lain yang terkait. Juga akan studi banding terlebih dahulu.

"Kalau di Tarakan, nilai ekonomisnya itu sekitar 6600 per kubik. Tapi kan juga PDAM ini kan 80 persen pelayanan, tidak juga kita cekek-cekek itu masyarakat. Tidak boleh juga," terangnya.

"Kalau aku ini prinsipnya bisnis, Rp 35.000 satu kubik, bisa pendapatan PDAM itu Rp 40 miliar sampai Rp 50 miliar satu bulan," sambungnya.

Ombudsman Perwakilan Kaltara Panggil Dirut PDAM Tirta Alam Tarakan Terkait Pelayanan

Pemkot Balikpapan Hentikan Subsidi PDAM dan Keringanan Retribusi Pedagang Pasar, Ini Alasannya

Wacana Perubahan Status PDAM jadi Perumda, DPRD Balikpapan Bakal Kupas Habis di Bapem Perda

Tapi tentu itu tidak bisa dilakukan karena PDAM ini harus berdasar pada UUD 45, pasal 33 dan itu tidak bisa main-main.

Berkaitan investasi, Iwan menyebut, PDAM ini adalah operator, sedang pipa dan embung itu tanggung jawab pemerintah.

Embung tanggung jawab pemerintah pusat, pipa ini tanggung jawab pemerintah provinsi maupun dengan tingkat II.

Paling besar investasi ya itu tadi, embung ratusan miliar, pipa juga miliaran. "Kalau aset itu masuk ke PDAM dan itu kan dimasukkan nilai penyusutan sebenarnya," sebutnya.

( TribunKaltim.co )

Penulis: Risnawati
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved