Perubahan Tata Kelola Sensus Penduduk 2020 di Balikpapan, Kendala Anggaran dan Pembagian Zona
Sensus Penduduk (SP) 2020 akan dilanjutkan dengan sistem offline, setelah SP online pada Februari hingga 31 Mei lalu.
Penulis: Heriani AM | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Sensus Penduduk (SP) 2020 akan dilanjutkan dengan sistem offline, setelah SP online pada Februari hingga 31 Mei lalu. SP 2020 offline akan digelar 1 hingga 30 September.
Kepala Seksi Statistik Sosial Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan Umar Riyadi menyebut, sebanyak 389 orang petugas sensus dan 25 orang koordinasi sensus kecamatan (Koseka) akan berpartisipasi dalam sensus penduduk offline di Balikpapan.
Dalam perjalanannya, Umar mengungkap kendala yang paling utama dalam SP 2020 adalah anggaran.
"Ada perubahan tata kelola disaat pandemi seperti sekarang, dan merupakan konsekuensi. Yang harus dilakukan adalah penghematan anggaran," ungkapnya, Minggu (30/8/2020).
• Bawaslu Sebut Laporan Pelanggaran dari Masyarakat Minim, Bisa Lewat WA Sebagai Informasi Awal
• Faridil Murad-Masnur Anwar tak Ajukan Sengketa ke Bawaslu, Pilkada Bulungan Tanpa Balon Perseorangan
Anggaran yang diperuntukkan untuk melakukan proses pencacahan penduduk, banyak terserap untuk alokasi penanganan covid-19 di level pusat.
Umar juga menyebut, didalam sensus penduduk, ada 3 pembagian zona. Balikpapan sendiri masuk dalam zona 2.
Zona 1 merupakan pendataan dengan sistem Drop off Pick Up. Pada kawasan yang masuk zona 1, pendataan menggunakan blangko tersendiri yang disebut SP2020 C1 dimana metodenya dokumen di tinggal di rumah.
Masyarakat tiap rumah diharapkan bisa mengisi secara mandiri, dan hasilnya akan diambil oleh petugas. Berlaku untuk wilayah Kalimantan Timur, seluruh Kabupaten Kota kecuali Balikpapan dan Samarinda.
Pada zona 2, proses pendataannya dilakukan secara door to door tanpa terkecuali. Setiap petugas sensus akan melakukan pengecekan daftar penduduk yang merupakan data kombinasi antara data Ditjen Dukcapil dengan hasil sensus penduduk online," urainya.
• Ketua Bawaslu Bulungan Ahmad Beber Pasangan Faridil Murad-Masnur Anwar Bisa Ajukan Sengketa
• Masa Coklit Data Pemilih Berakhir, Ketua Bawaslu Kaltara Suryani Beber Masalah yang Ditemukan
Setiap nama, baik ayah, ibu, anak, akan di kroscek ulang. Baik yang sudah melakukan sensus penduduk online, maupun yang belum.
Dalam tahapannya, petugas sensus akan bersama dengan ketua RT agar data terjamin dan tidak ada penduduk tertinggal.
• Sejumlah Warga Keluhkan Nama Mereka Dicatut untuk Dukung Bacalon Perseorangan di Pilkada Samarinda
Terakhir zona 3, diperuntukkan bagi provinsi yang wilayahnya zona hijau covid-19, seperti Papua dan Papua Barat.
Metode yang digunakan adalah sistem pencacahan seperti 10 tahun lalu, didatangi dan ditanya satu persatu.
"Sensus penduduk 2020, target BPS adalah bagaimana menghitung stok jumlah penduduk pada momentum yang sama di 2020. Mudah-mudahan ketua RT bisa membantu kami," pungkasnya.
(TribunKaltim.co)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/login-sensusbpsgoid-tinggal-7-hari-lagi-simak-panduan-pengisian-sensus-penduduk.jpg)