Breaking News:

Virus Corona di Samarinda

Pembatasan Aktivitas Jam Malam Lantaran Pandemi Covid-19, Begini Tanggapan PHRI Samarinda

Pembatasan aktivitas yang dimaksud, utamanya di malam hari seperti berjualan, berkumpul, berbelanja, berolahraga, dan sebagainya.

TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HP
PERHOTELAN - Sejumlah hotel di Kawasan Kota Samarinda Kalimantan Timur, Selasa (8/9/2020) malam. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pembatasan aktivitas jam malam di Kota Samarinda sudah diberlakukan sejak Senin 7 September 2020 kemarin.

Pembatasan aktivitas yang dimaksud, utamanya di malam hari seperti berjualan, berkumpul, berbelanja, berolahraga, dan sebagainya sampai dengan pukul 10 malam.

Sehingga mampu mengurangi kerumunan di tempat dan fasilitas-fasilitas umum dalam Kota samarinda.

Menyikapi kebijakan tersebut Leny Marlina Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Samarinda menyebutkan bahwa tersebut tidaklah terlalu berpengaruh.

"Kenapa saya katakan tidak terlalu berpengaruh, karena kan tamu-tamu kami sebenarnya tidaklah nongkrong di luar," ucapnya saat dihubungi TribunKaltim.co pada Selasa (8/9/2020) sore.

UPDATE Virus Corona di Kalimantan Utara, 2 Tenaga Kesehatan di Bulungan Dinyatakan Sembuh

Corona Belum Usai, WHO Peringatkan Dunia Harus Siap Hadapi Pandemi Berikutnya

PHRI Balikpapan Inginkan Penghapusan Pajak Hotel, Berkaca pada Yogyakarta Ada Tax Amnesty

"Tapikan yang kesian teman-teman cafe dan juga restoran, pastinya berdampak terjahadap adanya pembatasan jam malam itu," tambahnya.

Disinggung terkait pembatasan tamu yang berdatang pada malam hari. Disebutkannya bahwa tidak ada pembatasan tersebut.

"Kalau kami tidak ada pembatasan tamu yang datang malam. Kecuali mereka sudah ada reservasi sebelumnya, itu biasanya kita terima," ujarnya.

Ia pun memperjelas pembatasan aktivitas jam malam yang dipahaminya yaitu, tidak boleh adanya aktivitas yang mana akan menimbulkan banyaknya orang berkumpul.

"Yang perlu kita pahami bersama bahwa pembatasan jam malam itu, dalam artian setau saya adalah tidaklah boleh adanya aktivitas di tempat-tempat seperti cafe, restoran, rumah makan, yang membuat kelompok sampai menimbulkan banyak orang," ujarnya memperjelas.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Riduan
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved