Breaking News:

Kepala DP2KBP3A Paser Kecam Oknum Forkomda yang Cabuli Anak di Bawah Umur di Rumah Singgah

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Paser Hj Hadijah mengecam perb

TRIBUNKALTIM.CO/SARASSANI
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Paser Hj Hadijah mengecam perbuatan oknum Forum Komunikasi Daerah (Forkomda) yang mencabuli anak di bawah umur di rumah singgah. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER– Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Paser Hj Hadijah mengecam perbuatan oknum Forum Komunikasi Daerah (Forkomda) berinisial RCS (25).

Sebagai bagian dari forum Partisipasi Masyarakat untuk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PMP3A) Usuk Bulau Kabupaten Paser, RSC seharusnya menjadi pelopor pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, bukan sebaliknya justru melakukan perbuatan yang tercela.

“Forkomda PMP3A Usuk Bulau itu dibentuk dalam rangka membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, bukan sebaliknya. Dibentuk berdasarkan SK Bupati Paser, di mana DP2KBP3A Paser sebagai pelindungnya,” kata Hadijah menanggapi kasus RSC, Selasa (15/9/2020).

Untuk diketahui, Kapolres Paser AKBP Eko Susanto memimpin gelar perkara kasus pencabulan anak di bawah umur dengan tersangka RCS.

Sedangkan korban adalah anak di bawah umur sekaligus korban kasus protitusi online yang diungkap Polres Paser pada 13 Juli 2020 lalu.

Tersangka RCS menjaga rumah singgah yang dikelola Yayasan Paser Peduli, tempat di mana korban tinggal sementara sebelum dipulangkan ke Kalsel, sekaligus tempat di mana RSC mencabuli korban.

RSC dijerat UU perlindungan anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Selain mengecam perbuatan RSC, keanggotaan RSC dalam forum juga akan dikeluarkan secara tidak hormat.

Baca juga: Bakal Calon Rahmad Masud di Pilkada Balikpapan Melawan Kotak Kosong, Sang Kakak Kandung Angkat Suara

Baca juga: Gubernur Sumut Izin Isolasi & Tutup Akses 1 Pulau Karena Covid-19, Luhut: Saya Akan Telepon Pak Edy!

“Besok kami rapat, dia segara kami keluarkan dari forum. Seharusnya RSC tidak melakukan itu, apalagi di rumah singgah yang selama ini banyak berjasa membantu masyarakat Paser,” ucapnya.

Bahkan secara tidak langsung, Hadijah berharap RSC mendapat hukuman yang lebih berat, mengingat tersangka informasinya juga sempat menganiaya teman korban.

“Apakah dia dikenakan pasal berlapis, sebab informasinya dia juga menganiaya teman korban,” ucapnya. (TribunKaltim.co/Sarassani)

Penulis: Sarassani
Editor: Rahmad Taufiq
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved