Virus Corona
Relaksasi Penanganan Covid-19 dan Adu Politik
Akademisi dan Praktisi Bisnis Indonesia, Rhenald Kasali menyebut relaksasi yang diberikan pemerintah dalam rangka penanganan pandemi Corona.
Penulis: Risnawati | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Akademisi dan Praktisi Bisnis Indonesia, Rhenald Kasali menyebut relaksasi yang diberikan pemerintah dalam rangka penanganan pandemi Corona atau covid-19 cukup efektif dan efisien.
Melalui Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 11 Tahun 2020, pemerintah memberikan restrukturisasi berupa keringanan kredit atau pembiayaan bagi masyarakat terdampak, di lembaga keuangan bank maupun non-bank.
Ada juga program kartu prakerja, serta BLT untuk masyarakat kurang mampu.
Lalu ada program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dimana pemerintah melalui Kementerian Keuangan, menggelontorkan dana sebesar Rp 695,2 triliun pada 2020 dan Rp 356,5 triliun pada 2021.
Baca Juga: Percobaan Vaksin Covid-19 Sinovac, Diklaim Aman Digunakan oleh Kalangan Lansia
Baca Juga: 16 Kasus Baru Covid-19 di Yogyakarta, Berasal dari Klaster Warung Solo Sudah Meluas
Berupa BSU untuk pekerja swasta, ekspansi KUR, Banpres produktif UMKM, hingga subsidi pulsa untuk murid dan guru.
"Relaksasi ketika diturunkan, lumayan ada pergerakan ekonomi. Ada tanda-tanda kehidupan, masyarakat sudah bisa belanja lagi, indeks konsumen juga mulai naik walaupun belum 100 persen," jelas Rhenald Kasali saat menjadi pembicara dalam Sarasehan Virtual Nasional secara daring, yang dirangkai dengan lauching Tribunkaltara.com, Jumat (18/9/2020).
Founder Rumah Perubahan ini memandang, relaksasi sangat bergantung bagaimana kepala daerah menanganinya.
Apakah dia bisa menangani sesuai dengan ucapannya dan apa yang harus digariskan, atau hanya sekadar menjadi panggung politik.
"Saya kira keduanya merupakan hal yang berbeda," imbuhnya.
Tanah air merupakan negara gotong-royong. Pemerintah, baik pusat maupun daerah, memiliki pemimpin dengan background partai yang berbeda.
Rhenald Kasali mengaku setuju dengan statement salah seorang pengamat yang ia dengar, bahwa sebetulnya relaksasi kali ini, atau penanganan pandemi, adalah panggung adu pintar, adu hebat para kepala daerah.
Ada daerah yang sudah tepat, ada yang tidak tepat. Ada daerah yang ngomongnya keras, namun sebetulnya tidak ada apa-apa di lapangan.
Ada pula daerah yang ngomongnya keras, tindakannya keras, ada yang ngomong keras tindakan lembut dan seterusnya. Jadi tidak sama.
Baca Juga: KPU Samarinda tak Mendiskualifikasi Salah Satu Bacalon Jika Ada yang Terkonfirmasi Positif Covid-19
Baca Juga: UPDATE Virus Corona di Kukar, Ada 25 Kasus Terkonfirmasi Positif Baru, 5 Orang Sembuh dari Covid-19
"Kalau kita mau lihat apakah penanganan covid-19 di daerah sudah tepat atau tidak, ada indikator. Seberapa turun angka ekonomi kita," ungkapnya.
"Dari data yang dibeberkan Kementerian Koordinator Perekonomian, kita turunnya tidak separah negara lain," pungkasnya.
10 Cara Pencegahan Virus Corona
1. Menjaga kesehatan dan kebugaran agar stamina tubuh tetap prima dan sistem kekebalan tubuh meningkat.
2. Mencuci tangan dengan benar secara teratur menggunakan air dan sabun atau hand-rub berbasis alkohol.
3. Saat batuk dan bersin, tutup hidung dan mulut Anda menggunakan tisu atau lengan atas bagian dalam (bukan dengan telapak tangan).
Baca Juga: Pembatasan Aktivitas Jam Malam Lantaran Pandemi Covid-19, Begini Tanggapan PHRI Samarinda
Baca Juga: Bangun Ibu Kota Negara, Penajam Paser Utara Strategis, Jadi Bahan Penelitian Universitas Pertahanan
Baca Juga: Kapal Ferry yang Tenggelam di Kutai Timur Ditarik Pemilik Kapal, Satu ABK Masih dalam Pencarian
4. Hindari kontak dengan orang lain atau bepergian ke tempat umum.
5. Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut (segitiga wajah).
6. Gunakan masker secara benar hingga menutupi mulut dan hidung ketika Anda sakit atau berada di tempat umum.
7. Buang tisu dan masker yang sudah digunakan ke tempat sampah secara benar, lalu cucilah tangan Anda.
8. Mununda perjalanan ke daerah atau negara di mana virus ini ditemukan.
• UPDATE Virus Corona di Indonesia Sabtu 5 September 2020, Ada Kalimantan Timur Capai 4,815 Kasus
• Embarkasi Haji Balikpapan Disetujui Jadi RS Darurat, Tinggal Tunggu Droping Peralatan dari Pemprov
• Pendiri Kawal covid-19 Beberkan Positivity Rate Corona Indonesia Mengkhawatirkan
9. Hindari berpergian ke luar rumah saat Anda merasa kurang sehat.
10. Selalu pantau perkembangan penyakit covid-19 dari sumber resmi dan akurat.
(Tribunkaltim.co/Heriani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/wbin-ageraks.jpg)