Kisah Pria Sang Penyelamat Kucing Jalanan di Balikpapan, Bermula dari Jalan-jalan di Sepinggan
Tahun 2017 menjadi memorial bagi Eko Fitrianto yang mengubah perwujudan kesukaannya terhadap kucing di Kota Balikpapan
Penulis: Mohammad Zein Rahmatullah | Editor: Budi Susilo
Dia mengaku, kerap merasa kesal lantaran banyak kucing liar yang mendapat perlakuan tidak pantas dari manusia.
Salah satunya, ketika manusia memberi sisa makanan seperti tulang ikan untuk kucing-kucing liar tersebut.
Hal ini, karena ia pernah menemui sejumlah kucing yang harus kepayahan menelan akibat patahan tulang ikan yang tertinggal di area kerongkongan.
"Coba dia disuruh makan tulang ikan, mau nggak? Malah dikasih kucing. Kan aneh," tegasnya.
Mengenai jumlah peliharaan kucing yang dimiliki, Eko mengaku kini memelihara belasan ekor. Dimana kucing yang ia pelihara, bukan dari kalangan kucing ras, melainkan kucing kampung.
Eko menyebut bahwa dalam pelihara kucing, beberapa harus meregang nyawa dengan penyebab yang variatif.
Baca Juga: Satgas Covid-19 Beberkan Kasus Aktif di Indonesia Lebih Rendah Dibanding Dunia
Baca Juga: Memperingati Hari Pahlawan, Inilah Pesan Dandim dan Kapolres Berau kepada Pemuda
Baca Juga: Peluang yang Menjanjikan Selama Covid-19, Telkomsel Ungkap Tantangan 4C
Baca Juga: Satgas Imbau Pengawasan Pekerja Migran Harus Diperketat, Positif Covid-19 di Eropa Meningkat
"Itu mayatnya saya kubur di halaman sekitar rumah. Itu sudah banyak sekali. Ada yang didepan, samping, belakang," tambahnya.
Meski begitu, dirinya tetap merasa lega. Sebab, kucing-kucing itu dimakamkan dengan kondisi yang layak. Bukan menjadi bangkai di jalanan.
Baca Juga: Ekonomi Kaltim Mulai Membaik, Ekspor Batu Bara dan CPO Menggeliat
Baca Juga: Politisi Senior Partai Keadilan Sejahtera Sarankan Mahfud MD Temui Rizieq Shihab
Baca Juga: Azerbaijan dan Armenia Bersepakat Akhiri Perang, Sudah Enam Pekan Bertempur