Menelusuri Aliran Dana Kelompok Teroris Jamaah Islamiyah, Badan Usaha dan Sebar 614.068 Kotak Amal

Menelusuri aliran dana kelompok teroris Jamaah Islamiyah (JI), badan usaha dan sebar 614.068 kotak amal

Kolase TribunKaltim.co/Tribun Lampung/Deni Saputra/IST
ILUSTRASI - Pasukan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri menggiring tahanan tersangka teroris menuju ke dalam pesawat di Bandara Radin Inten, Brantiraya, Lampung Selatan, Lampung, Rabu (16/12/2020). Sebanyak 23 tahanan tersangka terorisme yang ditahan di Mako Brimob Polda Lampung, di antaranya Zulkarnain alias Arif Sunarso yang terlibat dalam kasus teror Bom Bali I pada 2002 dan Taufik Bulaga alias Upik Lawanga dipindahkan ke Jakarta menggunakan pesawat terbang. Dan, kotak amal yang digunakan kelompok teroris JI sebagai sumber pendanaan. 

TRIBUNKALTIM.CO - Menelusuri aliran dana kelompok teroris Jamaah Islamiyah (JI), badan usaha dan sebar 614.068 kotak amal.

Kotak amal yang digunakan kelompok jaringan teroris Jamaah Islamiyah (JI) tersebar diseluruh wilayah Indonesia.

"Kotak amal teroris" itulah sumber pendaaan kelompok tersebut untuk melancarkan aksi-aksinya.

Baru-baru ini, Kepolisian RI membongkar jaringan JI termasuk menangkap sejumlah pelaku.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui ada ribuan jumlah kotak amal yang disebar dan diletakan disejumlah minimarket hingga warung makan.

Kepolisian juga membeberkan rincian jumlah kotak amal milik Yayasan Abdurrahman Bin Auf (ABA) yang diduga menjadi sumber pendanaan organisasi teroris Jamaah Islamiyah (JI).

Baca juga: Ciri-ciri Kotak Amal yang Jadi Sumber Pendanaan Jamaah Islamiyah Dibongkar Polisi, Bentuknya Khusus

Baca juga: Lengkap, Kompolnas Bocorkan 37 Teroris yang Jadi Anggota FPI, Alasan Mahfud MD Tak Anggap FPI Ada

Baca juga: Merespon Raperpres Tugas TNI Mengatasi Terorisme, IAIN Samarinda Gelar Webinar Undang Komnas HAM

Baca juga: Saat Asyik Bersepeda, Terduga Teroris di Sentul Ini Ditangkap Densus 88 Antiteror

Kadiv Humas Polri Argo Yuwono mengatakan kotak amal itu tersebar di seluruh daerah di Indonesia.

Hal tersebut diketahui berdasarkan keterangan dari tersangka Fitria Sanjaya alias Acil.

"Ini berdasarkan keterangan tersangka Fitria Sanjaya alias Acil dari Yayasan Abdurrahman Bin Auf (ABA) tentang jumlah kotak amal yang ada," kata Argo dalam keterangannya, Kamis (17/12/2020).

Dalam data yang disebarkan Polri, ada belasan ribu kotak yang tersebar di 12 kota/provinsi di Indonesia.

Kotak amal tersebut diduga milik Yayasan Abdurrahman Bin Auf (ABA) yang ditempatkan di sejumlah titik minimarket.

Berikut jumlah sebaran kotak amal yayasan ABA:

  1. Sumatera Utara : 4000 kotak
  2. Lampung : 6000 kotak
  3. Jakarta : 48 kotak
  4. Semarang : 300 kotak
  5. Pati : 200 kotak
  6. Temanggung : 200 kotak
  7. Solo : 2000 kotak
  8. Yogyakarta : 2000 kotak
  9. Magetan : 2000 kotak
  10. Surabaya : 800 Kotak
  11. Malang : 2500 kotak
  12. Ambon : 20 kotak

Total: 614.068 Kotak

Sebelumnya, Kepolisian RI mengungkapkan asal-usul dana yang digunakan dalam operasi jaringan teroris Jamaah Islamiah (JI).

Halaman
1234
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved