Selasa, 28 April 2026

Natal 2020 di Tarakan

Natal 2020 di Tarakan, Jemaat Gereja Katolik Harap Badai Covid-19 Segera Berlalu

Ibadah Natal di Gereja Katolik Paroki Santa Maria Imakulata Kota Tarakan berjalan lancar dan khitmat.

Penulis: Risnawati | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/RISNAWATI
Suasana ibadah Natal 2020 di Gereja Katolik Paroki Santa Maria Imakulata Kota Tarakan, Jumat (25/12/2020).TRIBUNKALTIM.CO/RISNAWATI 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Ibadah Natal di Gereja Katolik Paroki Santa Maria Imakulata Kota Tarakan berjalan lancar dan khitmat.

Meski Natal kali ini dirayakan dalam situasi covid-19, hal tersebut tak mengurangi semangat para jamaat mengikuti misa Natal.

Bahkan beberapa jamaat Gereja Katolik Paroki Santa Maria Imakulata rela mendengar khotbah dari luar ruangan.

Baca juga: Gubernur Isran Noor Tegaskan Tolak Warga yang Ingin ke Kaltim Tanpa Miliki Rapid Test Antigen

Baca juga: Jembatan Sebulu Ambruk, Bupati Kukar Edi Damansyah Perintahkan Bangun Jembatan Alternatif

Baca juga: 8 Tersangka Kasus Pilkada Kutim Ditangkap, Motif Menambah Suara Paslon Saat 9 Desember

Dari pantauan TribunKaltim.Co, terpantau beberapa jamaat duduk di samping kiri dan kanan bangunan gereja.

Bahkan beberapa dari mereka juga rela berdiri demi mengikuti Misa kedua Natal.

Diketahui, sesuai aturan pemerintah adanya batasan jumlah jamaat dalam mengikuti Misa Natal di dalam gereja guna mencegah penyebaran covid-19.

Salah Satu Jamaat Gereja Katolik Paroki Santa Maria Imakulata, Frankianus Bahi mengatakan, semua harus menerima keadaan, karena situasi pandemi covid-19.

Baca juga: Jaga Keselamatan Bersama, Ibadah Natal di Kutim Melalui Live Streaming

Baca juga: Remisi Khusus Natal Bagi 11 Orang WBP Berkelakuan Baik di Rutan Samarinda

Baca juga: Mengenang Riyanto, Anggota Banser yang Meninggal Dunia saat Amankan Misa Malam Natal, Sosok Patriot

"Kita mau seperti biasa, tapi sebagai warga kan kita harus taat juga dengan aturan pemerintah. Tidak ada alasan lain, pasti semuanya untuk kesehatan kita bersama," ujarnya kepada TribunKaltim.Co, Jumat (25/12/20)

Dia menambahkan, tidak ada penolakan dari jamaat terkait pembatasan-pembatasan dalam perayaan Natal tahun ini.

"Kita kan terpimpin dari Keuskupan Tanjung Selor sampai ke lingkungan gereja, lalu ke lingkungan umat, semua aktivitas ibadah itu langsung dihentikan, pokonya semua wajib mengikuti aturan pemerintah," ucapnya.

Di Natal tahun ini, dia berharap badai covid-19 dapat segera berlalu, sehingga situasi dan kondisi dapan kembali normal seperti sedia kala.

"Supaya aktivitas spiritual kita lalu kegiatan kita di masyarakat juga semuanya berjalan dengan normal kembali," harapnya.

Baca juga: Rayakan Natal Via Live Streaming di Balikpapan, Tak Kurangi Khidmat, Eratkan Tali Keluarga

Baca juga: Libur Natal dan Tahun Baru 2021, Satpol PP Balikpapan Bentuk Tim Khusus Pantau Kerumunan

Baca juga: Libur Natal dan Tahun Baru 2021, Satpol PP Balikpapan Bentuk Tim Khusus Pantau Kerumunan

Diketahui, tema Natal kali ini yaitu "Dan Mereka Akan Menamakan Dia Immanuel", adapun arti Immanuel ialah Tuhan bersama kita.

"Tema itu di tentukan oleh Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), itu secara nasional. Iya serentak," kata dia.

(TribunKaltim.Co / Risnawati )

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved