Virus Corona di Balikpapan

Siapkah Sekolah Pembelajaran Tatap Muka? Kadisdikbud Balikpapan Muhaimin Angkat Bicara

Termasuk di wilayah Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur juga mengalami pandemi Corona atau yang biasa disebut juga covid-19

Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Persiapan pembelajaran tatap muka di Kota Balikpapan oleh Walikota Balikpapan, Rizal Effendi. Pemerintah Kota Balikpapan tengah mengevaluasi rencana pelaksanaan kegiatan pembelajaran tatap muka di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur. TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Saat ini Indonesia masih dirundung wabah Corona yang juga melanda berbagai negara di dunia. 

Termasuk di wilayah Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur juga mengalami pandemi Corona atau yang biasa disebut juga covid-19.

Munculnya pandemi Corona memberi dampak ke segala lini, tidak saja di bidang ekonomi dan interaksi sosial. 

Tetapi juga berpengaruh sampai ke penyelenggaraan pendidikan. 

Baca juga: Apakah Varian Baru Virus Corona Sudah Masuk ke Indonesia? Ini Jawaban Menkes Budi Gunadi Sadikin

Baca juga: UPDATE Virus Corona di Samarinda, Penambahan 36 Kasus Positif Covid-19 dan 1 Orang Meninggal Dunia

Baca juga: Simulasi Belajar Tatap Muka di Balikpapan Digelar, Kepala Disdik Muhaimin Beber Rencana Berikutnya

Sejak adanya pandemi covid-19, dunia pendidikan di Indonesia, termasuk di Kota Balikpapan, mengubah konsep, berbeda dengan sebelumnya. 

Biasa melakukan kontak langsung atau tatap muka kini harus mengandalkan media internet, secara virtual.

Hal ini tentu langsung berdampak pada para guru.

Lewat Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri tentang Panduan Pembelajaran Tahun Ajaran 2020-2021 di masa pandemi covid-19, pemerintah daerah diberi kewenangan memberi izin pembelajaran tatap muka dengan mempertimbangkan kesiapan sekolah dan izin orangtua murid.

Dalam hal ini Tribunkaltim.co bersama KKG Balikpapan menggelar Talkshow Pendidikan dengan tema “Siapkah Sekolah Pembelajaran Tatap Muka.”

Baca juga: Kasus Covid-19 Meningkat Tajam di Balikpapan, Pembelajaran Tatap Muka Bakal Dievaluasi

Baca juga: Dewan Pendidikan Balikpapan Minta Seluruh Guru Harus Rapid Test Sebelum Sekolah Tatap Muka

Baca juga: Pembelajaran Tatap Muka di Masa Pandemi, Hetifah Tekankan Prinsip Kehati-hatian

Baca juga: Platform Digital Kukar Pintar dan Cerdas, Mitra Terbaik Tanoto Foundation Seluruh Indonesia

Baca juga: Kemendikbud: Penerapan Pembelajaran Tatap Muka Dilakukan Secara Berjenjang

Salah satu narasumbernya adalah Muhaimin, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan.

Dalam Talkshow tersebut, Muhaimin mengatakan, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur merupakan kota yang paling patuh terhadap penanganan covid dalam protokol kesehatan pada saat melaksanakan pembelajaran.

“Kita lakukan peduli pendidikan dengan program peduli Pendidikan 1708, pada saat itu bulan Agustus, dengan pengumpulan HP android yang 90 persen, baru ditambah laptop yang dibagikan kepada peserta didik yang tidak punya perangkat,” ungkapnya.

Selain itu, program ini dilaksanakan kembali 0817, yakni perusahaan dan perkantoran diminta untuk menyediakan wifi gratis yang diberikan kepada peserta didik.

Baca juga: Imbas Peningkatan Kasus Covid-19, Tahun ini Arus Mudik Turun Drastis di Malinau

Baca juga: NEWS VIDEO Akibat Mutasi Virus Corona Penerbangan Internasional akan Dibatasi

Baca juga: Lonjakan Covid-19 Diprediksi Terjadi pada 16-18 Januari 2021

Baca juga: Meski Pandemi Covid-19, Produksi Ikan di Kutai Kartanegara Tetap Meningkat

Baca juga: UPDATE Virus Corona di Samarinda, Penambahan 36 Kasus Positif Covid-19 dan 1 Orang Meninggal Dunia

Pelaksanaan daring kembali karena Kota Balikpapan tidak ada kawasan zona hijau, setelah itu dilakukan breakdown lagi per kelurahan untuk mencari wilayah di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur yang zona hijau.

“Alhamdulillah dapat pada saat itu bulan September, setelah itu melaksanakan simulasi khusus di kawasan zona kuning, karena banyaknya permintaan dari orangtua untuk pembelajaran tata muka. Belum dilaksanakan, keluarlah SK Menteri bahwa pembelajaran tatap muka menjadi kewenangan daerah,” ujar Muhaimin.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved