Berita Nunukan Terkini
Harga Gas 3 Kg di Nunukan per Tabung Rp 70 Ribu, Aliansi Masyarakat Beber tak Ada Kelangkaan Barang
Aliansi Masyarakat Peduli Kabupaten Nunukan, meminta kepada Pemerintah Daerah ( Pemkab Nunukan ) dan para agen penjualan untuk mengawasi harga jual
Pemilik 34 pangkalan tabung gas melon di Nunukan itu membantah jika pihaknya menjual harga di luar harga yang sudah disepakati bersama Pemda.
"Saya jual ke pangkalan itu Rp14,5 ribu per tabung. Kalau naik saya kena marah sama pihak Pertamina. Kalau dari pangkalan di jual ke warga itu awalnya Rp18,5 ribu," ujarnya.
Sudah ada penetapan head harganya Rp16,5 ribu. Dengan alasan tidak ada uang 500 rupiah makanya sempat jual Rp17 ribu, kemudian susah cari kembalian seribu rupiah, dikasih genap lagi jadi Rp 18 ribu.
"Kalaupun di pangkalan dijual Rp20 ribu per tabung itu wajar saja. Harga tabung gas Malaysia Rp265 per tabung," tuturnya.
Baca juga: Mulai Besok Jam Malam Diterapkan di Nunukan, Bupati Asmin Laura Siapkan Sanksi
Baca juga: Polsek Nunukan Masih Selidiki Motif Bakar Rumah dan Aniaya 4 Orang Dewasa dan 3 Anak
Baca juga: Bocah 8 Tahun di Nunukan Nyaris Putus Leher Gegara Dibacok Pria yang Diduga Alami Gangguan Jiwa
Marisa tak mengetahui perihal harga tabung yang menyentuh Rp70 ribu per tabung.
"Kalau di pengecer mungkin ia, karena saya pernah temukan Rp 50 ribu per tabung. Pangkalan saya harga jual maksimal Rp 20 ribu per tabung," ungkapnya.
Marisa menjelaskan, pihaknya di pangkalan terkadang kewalahan untuk mendistribusikan tabung gas Elpiji 3Kg kepada warga yang antre.
Pasalnya, sesuai aturan setiap orang hanya mendapatkan maksimal 2 tabung gas melon.
Namun, dalam satu kepala keluarga (KK) kadang melakukan antre tabung gas secara bergantian.
Baca juga: UPDATE Virus Corona di Nunukan, 27 Pasien Positif Covid-19, Jubir Beber 52 Specimen Belum Diperiksa
Baca juga: Dinas Kesehatan Nunukan Beber 3 Hal Penting dalam Juknis Penerima Vaksin Sinovac
Kadang kewalahan juga orang di pangkalan untuk melihat mana warga yang sudah antre dan mana yang belum.
Apalagi kalau dalam satu KK lebih dari satu anggota keluarga yang antre, kan tidak ketahuan.
"Bukan kapasitas saya untuk mengawasi, ada tim dari Pemda," tegasnya.
Dulu Dinas Perdagangan yang awasi sekarang diganti sama Kabag Ekonomi langsung. Seharusnya juga kalau rapat dengar mengundang perwakilan agen, pangkalan, pengecer," imbuhnya.
Disorot DPRD Nunukan
Gas elpiji 3 kg kembali jadi sorotan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara ( Kaltara).