Virus Corona di Kukar

Perwakilan PPNI Kukar Gagal Divaksin Akibat Tensi Naik, Ramsyah: Mungkin Karena Saya Gugup

Ramsyah yang merupakan salah satu dari 10 tokoh yang diberikan vaksin, gagal mendapatkan vaksin pada kick off pada hari ini, Kamis, (13/1/2021).

Penulis: Aris Joni | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/ARIS JONI
Perwakilan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Kutai Kartanegara ( Kukar), Ramsyah yang merupakan salah satu dari 10 tokoh yang diberikan vaksin, gagal mendapatkan vaksin pada kick off pada hari ini, Kamis, (13/1/2021).TRIBUNKALTIM.CO/ARIS JONI 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Perwakilan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Kutai Kartanegara ( Kukar), Ramsyah yang merupakan salah satu dari 10 tokoh yang diberikan vaksin, gagal mendapatkan vaksin pada kick off pada hari ini, Kamis, (13/1/2021).

Diektahui, Ramayah merupakan salaah satu perawat yang juga tenaga kesehatan di Puskesmas Muara Enggelam Kecamatan Muara Wis dipilih Pemkab Kukar untuk mewakili organisasi profesi PPNI pada kick off vaksinasi di RSUD AM Parikesit Tenggarong Seberang.

Tidak jadinya Ramayah divaksinasi saat mengikuti tahap screnning pada kegiatan kick off di lantai I RSUD AM Parikesit.

Baca juga: Kronologi Pengeroyokan di Kukar, Bermula dari Berkunjung ke Rumah Wanita, Polisi Masih Buru Pelaku

Baca juga: Rembuk Dengan Timses Andi Harun, Sekda Samarinda Sebut Dana Rp 100 Juta per RT Diakomodir di APBD-P

Baca juga: JADWAL 15 Januari 2021 Jalankan PPKM di Balikpapan, Walikota Rizal Effendi: Saya Minta Menahan Diri

Baca juga: Cerita Tenaga Surveilans Covid-19 di Balikpapan, Diancam Ditembak Hingga Dianggap Penipu

Dikatakan Ramayah, dirinya memohon maaf kepada para tenaga kesehatan (Nakes) karena tidak jadi divaksin akibat tekanan darahnya naik 160/90 saat screnning.

“Jadi memang ada salah satu kriteria yang tidak bisa dilakukan kepada orang yang menderita hipertensi,” ujarnya.

Namun ucap dia, dirinya sebenarnya tidak menderita hipertensi, bahkan dirinya sudah melakukan donor darah sebanyak 44 kali dan biasanya setiap dicek hanya sekitar 130/80, namun kali ini tekanan darahnya cukup tinggi saat dicek.

Baca juga: Tak Masuk Dalam Daftar Penerima Vaksin Sinovac, Gubernur Kaltara Irianto Lambrie Beberkan Alasannya

Baca juga: 5.759 Nakes di Balikpapan Bakal Disuntik Vaksin Sinovac pada Februari, Pemkot Siapkan 47 Lokasi

“Mungkin karena grogi, kan masuk dalam 10 tokoh menurut saya cukup besar,” pungkasnya.

Tetapi, dirinya tetap mememberikan semangat kepada para tenaga kesehatan untuk terus berjuang dan mensukseskan vaksinasi di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Baca juga: BREAKING NEWS 10 Pejabat di Tarakan Disuntik Vaksin Sinovac di Tarakan, Kajari Goda Vaksinator

Baca juga: NEWS VIDEO Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah Batal Disuntik Vaksin Covid-19

“Untuk para tenaga medis tetap sukseskan vaksinasi di Kukar,” tutupnya.

(TribunKaltim.Co/Aris Joni)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved