Breaking News:

Pilkada Nunukan

Barang Bukti Uang Tunai Rp 26 Juta Diamankan Bawaslu Nunukan, Ketua Yusran: Belum Ada Regulasi

Pilkada Serentak 2020 telah selesai, barang bukti (BB) berupa uang tunai Rp 26 juta hasil tangkapan, masih diamankan Badan Pengawas Pemilihan Umum.

Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/FELIS
Ketua Bawaslu Nunukan, Mochammad Yusran. 

TRIBUNKALTIM.COM, NUNUKAN - Pilkada Serentak 2020 telah selesai, barang bukti (BB) berupa uang tunai Rp 26 juta hasil tangkapan, masih diamankan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Nunukan.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Bawaslu Nunukan, Mochammad Yusran seusai membuka rapat koordinasi evaluasi Panwascam seluruh Kabupaten Nunukan di Hotel Laura Nunukan, Kalimantan Utara pada Minggu (28/2/2021).

Menurut Mochammad Yusran, hingga kini pihaknya masih menunggu regulasi dari Bawaslu RI, terkait tindak lanjut barang bukti berupa uang tunai hasil tangkapan pihaknya pada Pilkada 2020 lalu.

Baca juga: Sidang Putusan Dismissal Sengketa Pilkada Nunukan, Berikut Ulasan Dekan FH UB Tarakan

Untuk BB berupa uang tunai ada Rp 26 juta lebih. Itu diamankan, karena belum ada regulasi dari Bawaslu RI soal itu.

"Kasus seperti ini bukan hanya di Nunukan saja, jadi kita tunggu saja," kata pria yang akrab disapa Yusran itu kepada Tribunkaltara.com, pukul 13.00 Wita.

Yusran mengaku, pihaknya sudah berkoordinasi kepada Bawaslu RI soal BB berupa uang tunai hasil tangkapan tersebut.

Kendati begitu, dirinya belum mengetahui persis bentuk regulasi dari Bawaslu RI.

"Saya belum tahu bagaimana bentuknya nanti," katanya.

"Apakah bentuknya berupa peraturan Bawaslu atau hanya berupa surat edaran. Jelasnya kami sudah konsultasikan kepada Bawaslu RI," ujarnya.

Baca juga: Sidang Gugatan Pilkada Nunukan 2020 di MK, Inilah Eksepsi dari Pihak KPU Nunukan

Sehingga ini jadi masukan mereka untuk menyusun aturan berkaitan dengan uang hasil.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved