Berita PPU Terkini

Hari Jadi ke-19 Tetap Digelar, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara Hanya Undang 400 Tamu

Hari Jadi ke-19 Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) akan tetap dirayakan oleh pemerintah daerah beberapa hari lagi yakni tepatnya pada 11 Maret 2021.

Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/DIAN MULIA SARI
Sekretaris Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Muliadi.TRIBUNKALTIM.CO/DIAN MULIA SARI 

TRIBUNKALTIM.CO,PENAJAM- Hari Jadi ke-19 Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) akan tetap dirayakan oleh pemerintah daerah beberapa hari lagi yakni tepatnya pada 11 Maret 2021.

Sekretaris Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Muliadi mengungkapkan, dalam peringatan HUT ke-19 Kabupaten PPU hanya akan mengundang sekira 400 tamu saja.

"Sudah siap saja, kurang lebih 400 orang yang diundang, kita menyesuaikan situasi pandemi saat ini," kata Muliadi, Senin (8/3/2021).

Baca juga: Areal Konsesi Milik PT MHU di Loa Kulu Kukar Diduga Digali Perusahaan Lain

Baca juga: Gunung Bugis tak Lagi Jadi Sarang Transaksi Narkoba, Polisi Endus Pergeseran Area di Balikpapan

Dikatakan Sekda yang baru menjabat kurang lebih dua bulan di PPU, pihaknya juga akan mengundang Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor.

"Pasti kami undang beliau, tapi kan tergantung waktunya beliau, saya belum bisa pastikan," ujarnya.

Dijelaskan Muliadi, peringatan HUT-19 yang berbeda dari sebelumnya ini akan diselenggarakan didua tempat yaitu Majid Agung Al-Ikhlas PPU dan di gedung Paripurna DPRD PPU.

Baca juga: Truk Terparkir di Tepi Jalan Ring Road Samarinda, ketika Dicek Sopirnya Ditemukan tak Bernyawa

Baca juga: Dinas Perdagangan Instruksikan Pedagang Tempati Lapaknya di Dalam Pasar Pandan Sari Balikpapan

"Di dua tempat, di Masjid Agung, nanti akan datang Ustad Maulana," ujarnya.

Adapun agenda yang akan dilaksanakan pada HUT-19 nanti, Muliadi mengatakan akan tetap melakukan upacara adat seperti tahun sebelumnya.

Baca juga: UMKM di Kaltim Menunjukkan Arah Transformasi Digital yang Meningkat, Pasarkan Produk secara Online

"Biasa seperti di tahun-tahun sebelumnya, kita melakukan upacara semacam upacara adat menggunakan baju-baju adat kita di sini, lalu dilanjutkan dengan Isra Miraj lalu bergeser ke Gedung Paripuran DPRD," tutup Muliadi.

Penulis : Dian MS/Editor: Samir Paturusi

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved