Breaking News:

Berita Kukar Terkini

Petisi Dorong Sultan Kutai Kartanegara Sultan Aji Muhammad Idris Jadi Pahlawan Nasional

Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura yakni Sultan Aji Muhammad Idris, sebagai pahlawan nasional mewakili tokoh dari Kalimantan Timur (Kaltim).

Penulis: Aris Joni | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/HO
Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura yakni Sultan Aji Muhammad Idris sebagai pahlawan nasional mewakili tokoh dari Kalimantan Timur (Kaltim).TRIBUNKALTIM.CO/HO 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Beberapa hari ini media sosial diramaikan dengan adanya penandatanganan petisi Dukungan Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura yakni Sultan Aji Muhammad Idris, sebagai pahlawan nasional mewakili tokoh dari Kalimantan Timur (Kaltim).

Petisi tersebut terutama tersebar di kalangan masyarakat Kaltim itu sendiri yang juga cukup banyak setuju dengan pengajuan Sultan Aji Muhammad Idris, sebagai salah satu tokoh Kaltim yang layak menyandang sebagai pahlawan nasional.

Dalam petisi tersebut, diceritakan secara singkat perjuangan dan kontribusinya dalam melawan penjajah, dimana Sultan Aji Muhammad Idris merupakan Raja Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-14 (1732-1739) dan menjalankan pemerintahannya dengan sangat adil dan bijaksana sehingga rakyatnya aman dan damai.

Baca juga: Kukar Masuk Tiga Besar Pelayanan Publik Terbaik Versi Ombudsman RI Kaltim

Baca juga: Pengedar Sabu di Kukar Diringkus Polisi, Polsek Sebulu Amankan 8 Poket Sabu Seberat 22,64 Gram

Lanjut kisah, pada tahun 1736 Sultan Aji Muhammad Idris serta beberapa pasukannya meninggal tahta kekuasannya menuju Kerajaan Wajo untuk membantu melawan penjajahan Belanda – VOC dan sekutunya.

Pada Perang Wajo, Sultan Aji Muhammad Idris diangkat sebagai Panglima Laskar Negeri Serikat oleh 5 Raja Negeri Serikat.

Dengan semangat pengorbanan dengan meninggalkan kekuasaan dan  kegigihan serta keberanian memimpin laskar Negeri Serikat berhasil mengalahkan Belanda – VOC dan sekutu-sekutunya.

Bahkan, Sultan Aji Muhammad Idris wafat di Wajo pada tahun 1739, dengan penuh hormat rakyat Kerajaan Peneki, Kerajaan Wajo, Kerajaan Soppeng, Kerajaan Malluse’tasi’ dan Kerajaan Sidenreng menganugerahi gelar La Derise’ Daeng Na Parewusi Petta Buranti Petta Arung Kute’ Matinroe Ri Kawanne.

Baca juga: Seorang Warga Kukar Diamankan Polisi saat Akan Edarkan Sabu di Samarinda

Pemerhati Budaya di Kutai Kartanegara, Awang Muhammad Rifani menyebutkan, pengajuan Sultan Aji Muhammad Idris selaku Sultan Kutai Kartaengara Ing Martadipura ke-14 sangatlah wajar dan layak.

Pasalnya menurut dia, Sultan Aji Muhammad Idris tersebut merupakan raja pertama yang menggunakan gelar Sultan di Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura dan telah berjuang tak hanya diwilayah tanah Kutai saja, melainkan juga berjuang di tanah Celebes untuk membantu kerajaan Wajo melawan penjajahan oleh Belanda.

“Jadi dia membantu mertuanya yakni Raja Wajo untuk berjuang melawan belanda di Sulawesi. Sultan Aji Muhammad Idris kan menantunya Raja Wajo,” ungkap Awang kepada Tribunkaltim.co, Minggu, (4/4/2021).

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved