Kamis, 7 Mei 2026

Virus Corona di Nunukan

Petugas Terpapar Covid-19, Semua Layanan di Puskesmas Nunukan Ditutup

Hal itu dilakukan lantaran banyaknya petugas di Puskesmas Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, yang terpapar Covid-19 atau virus Corona

Tayang:
Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/FELIS
Gedung Puskesmas Nunukan di Jalan Radio, RT 02, Kelurahan Nunukan Utara, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. TRIBUNKALTARA.COM/F FELIS  

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Manajemen Puskesmas Nunukan, menutup semua jenis layanan per 19 April 2021.

Hal itu dilakukan lantaran banyaknya petugas di Puskesmas Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, yang terpapar Covid-19 atau virus Corona.

Informasi yang dihimpun, sebanyak 13 petugas di Puskesmas Nunukan dinyatakan reaktif Covid-19, pada 17 April lalu.

Baca Juga: Penyesuaian Anggaran untuk Penanggulangan Covid-19, Pemprov Kaltara Siapkan Rp 111 M

Baca Juga: DPRD Dukung Refocusing Anggaran Balikpapan di Tengah Pandemi Covid-19, Banggar Jelaskan Alurnya

Adapun petugas yang reaktif itu diantaranya, tenaga perawat 4 orang, bidan 3 orang, Kesmas 2 orang, tenaga TU 1 orang, Satpam 1 orang, Sopir 1 orang, dan asisten apoteker 1 orang.

Sebelumnya, layanan yang sempat ditutup hanya UGD dan ruang bersalin saja.

Termasuk layanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) yang dialihkan ke Puskesmas Nunukan Timur.

Namun, kali ini semua pelayanan baik dalam gedung maupun layanan online Puskesmas Nunukan ditutup.

"Semua layanan untuk sementara kami tutup, sampai protokol penanganan Covid-19 di Puskesmas selesai dilaksanakan," kata dr Ika Bihandayani kepada TribunKaltara.com, Selasa (20/04/2021), pukul 12.30 Wita.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada warga yang berada di wilayah kerja Puskesmas Nunukan, akibat layanan sementara ditutup.

Baca Juga: SDN 02 Gunung Tabur Berau Gelar UAS Tatap Muka, Pakai Protokol Kesehatan Covid-19 Secara Ketat

Baca Juga: Tidak Ingin Kasus Covid-19 Melonjak, Gubernur Kaltim Isran Noor Minta Tunda Pembelajaran Tatap Muka

"Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Saya harap masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan dengan baik, utamanya saat berada di luar rumah," ucapya.

Sekadar informasi, untuk layanan UGD dan ruang bersalin sementara dialihkan ke RSUD Nunukan.

Layanan Konsultasi Online

Berita sebelumnya. Puskesmas Nunukan, Kalimantan Utara meniadakan layanan konsultasi kesehatan secara online.

Kebijakan itu diambil, pasca 13 petugasnya dinyatakan reaktif Covid-19 pada 17 April lalu.

Adapun petugas yang reaktif itu diantaranya, tenaga perawat 4 orang, bidan 3 orang, Kesmas 2 orang, tenaga TU 1 orang, Satpam 1 orang, Sopir 1 orang, dan asisten apoteker 1 orang.

Baca Juga: 13 Petugas Reaktif Covid-19, Layanan UGD dan Ruang Bersalin di Puskesmas Nunukan Dialihkan ke RSUD

Baca Juga: Satgas Covid-19 Berau Khawatirkan Para Buruh Lepas Masker Saat Unjuk Rasa di Kantor Bupati

Penanggung Jawab Upaya Kesehatan Perseorangan (UKP) Puskesmas Nunukan, dr Anti, mengatakan, layanan konsultasi secara online sementara ditiadakan.

"Dokter kita di sini ada tiga orang. Ada satu dokter yang tugasnya memberikan konsultasi layanan secara online.

Saat ini dokter yang bersangkutan juga akan jalani karantina," kata dr Anti kepada TribunKaltim.Co, Senin (19/04/2021), sore.

Menurutnya, sejak dibuka layanan konsultasi online pada pertengahan tahun 2020 lalu hingga sekarang, tidak banyak masyarakat Nunukan yang memanfaatkan layanan konsultasi secara online.

Baca Juga: Jadwal dan Jumlah Vaksinasi Covid-19 Bagi Atlet Kaltim, Pelatih, Official Kontingen PON Papua 2021

Baca Juga: 21 April Hari Kartini, Kisah Andi Sri Juliarty Srikandi Covid-19 Balikapapn, Nakes di Masa Pandemi

"Mungkin pasien lebih nyaman datang langsung untuk konsultasi. Padahal sebenarnya tidak semua keluhan sakit itu harus datang ke Puskesmas.

Ini demi memutus rantai penyebaran Covid-19. Seperti susah tidur, badan nyeri, flu atau batuk tidak perlu datang. Biasanya kami berikan resep obatnya, nanti anggota keluarga yang sehat datang ambil obatnya di Puskesmas," ucapnya.

Sementera itu, Puskesmas Nunukan memiliki tim pemantau khusus pasien dengan keluhan ISPA.

Ia katakan, selama ini yang sering memanfaatkan konsultasi layanan online ialah pasien ISPA.

"Pasien dengan keluhan batuk dan pilek ada tim khusus yang pantau tiap hari termasuk obatnya. Jadi khusus ISPA itu ada datanya di tim pemantau. Mereka bebas menelpon kapan saja.

Kalau sudah gawat tengah malam, bisa langsung saja ke RSUD. Karena sementara layanan UGD kami ditutup," ujarnya.

Baca Juga: Kasus Covid-19 di Kutim Terus Turun, Sisa Satu Kecamatan Berstatus Zona Merah

Baca Juga: Soal Rencana Pembelajaran Tatap Muka, Dinas Pendidikan Berau Sebut Masih Lihat Perkembangan Covid-19

Bahkan, kata dia, sebenarnya ada layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) online. Namun, masyarakat banyak yang tidak bisa menggunakan aplikasi tersebut.

"Kami punya JKN mobile, tapi banyak yang tidak tau menggunakan itu. Kalau pakai JKN, kita bisa pilih dokternya sendiri. Tapi karena banyak orang yang nggak tau, makanya kami pilih layanan via WhatssApp," tuturnya.

Terpisah Dina Yunus, warga RT 31, Kelurahan Nunukan Barat, Kecamatan Nunukan, mengaku selama ini dirinya jarang sekali menggunakan layanan konsultasi online di Puskesmas Nunukan.

Pasalnya, ia tak bisa mengetahui tekanan darahnya seperti yang didapatkannya saat melakukan konsultasi secara langsung.

"Pernah sekali saya gunakan konsultasi online via WA. Waktu itu keluhan saya batuk dan demam. Setelah konsultasi, saya diminta untuk menyuruh anak saya yang sehat untuk mengambilnya.

Tapi lebih enak kalau periksa langsung ke Puskesmas, saya bisa tau tekanan darah berapa. Soalnya tekanan saya kadang naik juga," ungkapnya. 

Berita Virus Corona

Berita tentang Nunukan

Penulis Febrianus Felis | Editor: Budi Susilo

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved