Breaking News:

Berita Kaltim Terkini

Lapor ke Kejati Kaltim, Mahasiswa Adukan Bilik Sterilisasi yang Diduga Ada Permainan Mark Up

Para mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Peduli Pembangunan Kalimantan Timur (GMPPKT) datang ke Kejati Kaltim.

TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY
PENGADUAN - Kasipenkum Kejati Kaltim Toni Yuswanto saat menerima aduan mahasiswa dari GMMPKT yang lapor dugaan Mark Up pengadaan bilik sterilisasi Pemkab PPU, Kamis (10/6/2021). TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Para mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Peduli Pembangunan Kalimantan Timur (GMPPKT) datang ke Kejati Kaltim di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur pada Kamis (10/6/2021). 

Mereka mengadukan dugaan Mark Up anggaran yang dilakukan pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dalam penyediaan bilik sterilisasi (disinfektan).

Koordinator Aksi Adhar saat dikonfirmasi menjelaskan, Pemkab PPU membeli bilik disinfektan sebanyak 100 unit.

Alat tersebut termasuk juga bilik sterilisasi untuk roda empat sejumlah 4 unit dengan anggaran senilai Rp 4,7 miliar sejak april 2020 lalu diduga di Mark Up.

Baca Juga: NEWS VIDEO GMPPKT Kembali Geruduk Kantor Kejati Kaltim

Baca Juga: NEWS VIDEO GMPPKT Kembali Geruduk Kejati Kaltim. Kembali Menindaklanjuti Dugaan Korupsi Bankeu

"Saya mengutip pemberitaan dari Tribun Kaltim. Sebelumnya, diberitakan bahwa pengadaan Chamber roda empat tersebut merogoh anggaran senilai Rp 2 miliar untuk empat unit Chamber. Chamber kendaraan roda empat nilainya Rp 2 miliar dibayarkan uang muka Rp 500 juta," ungkap Adhar, Kamis (10/6/2021).

Dilanjutkan Adhar bahwa sebelumnya pengadaan bilik disinfektan atau chamber tersebut telah disepakati dengan nilai kontrak Rp 2,7 miliar untuk 100 unit. 

Kemudian, setelah melalui tahap audit oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menyebut bahwa harga perunit bilik disenfektan tersebut dinilai tidak wajar dari harga normal. 

Sementara pemaparan dr. Grace selaku Kepala Dinkes sekaligus juru bicara percepatan penanganan Covid-19 dikatakan harga wajar satu unit bilik disenfektan adalah Rp 12 juta.

Halaman
1234
Penulis: Mohammad Fairoussaniy
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved