Berita Samarinda Terkini
Pertama di Indonesia, Perpustakaan Pancasila Dibuat di Lapas Klas II A Samarinda
Perwakilan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, datang membuka perpustakan di Lapas Klas II A Samarinda.
Penulis: Muhammad Riduan | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Perwakilan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, datang membuka perpustakan di Lapas Klas II A Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, Kamis (1/7/2021).
Di Lapas juga disampaikan pesan-pesan Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia.
Kepala BPIP RI Prof Drs KH Yudian Wahyudi, melalui Direktur Sosialisasi Komunikasi & Jaringan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila M. Akbar Hadiprabowo datang ke lokasi acara.
Saat ditemui TribunKaltim.co, dia mengatakan, perpustakaan yang dibuka adalah bentuk kerjasama pembinaan ideologi Pancasila.
Baca juga: Gelar Bulan Bung Karno, Repdem PDIP Samarinda Sambangi Rutan Diskusi Pancasila
Bersama Lapas Klas II A Samarinda dan akan ada tindaklanjut kerja sama antara BPIP.
Tentu menyiapkan program-program penguatan ideologi Pancasila terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Perpustakan yang didirikan, dikatakannya adalah langkah awal dari program yang disiapkan.
"Menambah literasi dan bacaan, kami harapkan tidak hanya di Samarinda saja tetapi juga di Lapas lain seluruh indonesia," katanya di Kota Samarinda.
Baca juga: Sekdaprov Kaltim Berharap Peringatan Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Tekan Penularan Covid-19
"Saya rasa ini (perpustakan) akan berjalan efektif," tegasnya.
Apalagi warga binaan kan tidak boleh menggunakan smartphone.
"Jadi mereka bisa saja, mau kami arahkan untuk membangun literasi," tuturnya.
Memberi Buku Pancasila
Penyerahan buku-buku sebanyak 32 judul dengan jumlah 158 buku terkait dengan Pancasila juga dilakukan.
Tentu pesan-pesan pancasila juga berhak diterima oleh warga Indonesia meski sedang menjalani masa tahanan, menurut M. Akbar Hadiprabowo.
"Kita tahu bersama sekitar kurang lebih 20 tahun pascadibubarkannya BP 7 maka praktis tidak ada lembaga yang mengurusi tentang pembinaan Pancasila," ungkapnya.
Oleh karena itu, setelah 20 tahun lebih, kehadiran BPIP yang mengurusi tentang ideologi bangsa, diharapakan mampu memberikan perubahan.
Baca juga: Esensi Pancasila, GMNI Samarinda Nilai tak Boleh Ada Ketimpangan dan Kerusakan Lingkungan
"Bisa mengurangi degradasi Pancasila," bebernya.
Kali ini Akbar Hadiprabowo juga berharap melalui BPIP yang kini terus berinovasi menggunakan cara-cara baru dan kekinian.
Melalui hal itu dapat bisa menyeluruh ke semua lapisan masyarakat untuk menerima pemahaman ideologi Pancasila secara mendalam.
Seperti di luar Lapas lebih memanfaatkan teknologi informasi, jadi tidak hanya melalui seminar saja.
Baca juga: Warga Binaan Lapas Klas IIA Samarinda Meninggal Dunia, Kalapas Ilham: tak Ada Unsur Kekerasan
"Medsos bisa kita gunakan untuk mengatasi distorsi Pancasila," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenkumham Kaltimtara, Sofyan, saat diminta tanggapannya, mengungkapkan.
Bahwa pihaknya berharap agar perpustakaan Pancasila yang didirikan bisa menjadi percontohan bagi seluruh Lapas dan rutan yang lainnya.
Perpustakaan Pancasila Pertama
Kepala Kanwil Kemenkumham Kaltimtara, Sofyan juga menganggap bahwa ini adalah suatu kepercayaan dan anugerah.
Kata dia, inilah pertama kali di Indonesia, mengadakan perpustakaan Pancasila di Samarinda bahkan Kalimantan Timur.
Tentunya kolaborasi yang luar biasa antara BPIP RI dengan Kemenkumham RI saat ini perlu menggali kembali nilai-nilai luhur dan butir-butir Pancasila satu demi satu.
Ini pun termasuk dalam pembinaan jiwa dan raga.
Baca juga: Cegah Penyebaran Virus Corona, 66 Warga Binaan Lapas Klas IIA Samarinda Dipulangkan
"Saya rasa juga 5 sila ini wajib diketahui oleh seluruh pegawai hingga penghuni Lapas," ungkap Sofyan.
Tidak hanya tahu sekedar menyebutkan (Pancasila) melainkan harus memaknainya dan mengimplementasikan di dalam kehidupan.
Soal jadwal pelayanan, perpustakaan ini dibuka mulai pukul 09.00 Wita dan tutup pukul 12.00 Wita.
Dan dibuka kembali pada pukul 13.00 Wita hingga 14.00 Wita.
Baca juga: Gandeng BNNK, 120 Warga Binaan Lapas Klas IIA Samarinda Ikut Program Rehabilitasi Sosial
Kecuali hari Minggu dan tanggal merah, perpustakaan ditutup.
"Sedangkan bagi peminjam dari warga binaan, nantinya akan bergiliran sesuai blok masing-masing," tutup Sofyan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/sofyan-buku-pancasila.jpg)