Berita Nasional Terkini
Ngabalin Bicara Hak Paten Tanggapi Kritik Pengecatan Pesawat Kepresidenan, Sebut Harus Ada Perawatan
Pro kontra pengecatan pesawat kepresidenan ditanggapi Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin
TRIBUNKALTIM.CO - Pesawat kepresidenan berwarna biru putih, sekarang di cat kembali dengan warna merah putih.
Pengecatan pesawat kepresidenan tersebut kemudian menuai banyak komentar dan kritik dari sejumlah pihak
Pro kontra pengecatan pesawat kepresidenan ditanggapi Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin.
Dirinya menjawab, beragam kritik yang diberikan publik atas pengecatan pesawat kepresidenen Republik Indonesia.
Ngabalin mengatakan pesawat kepresidenan sudah tujuh tahun digunakan.
Baca juga: Jansen Sitindaon Usul Pesawat Presiden Tak Perlu Dicat Merah-Putih: Lebih Baik Kalian Jual Saja
Untuk itu sudah sewajarnya pesawat kepresidenan mendapat perawatan demi keselamatan, termasuk dengan mengganti warna catnya.
Dilansir dari Tribunnews.com dengan judul artikel Warna Cat Pesawat Kepresidenan Tuai Polemik, Ali Ngabalin: Tak Ada Hak Paten Orang Kuasai Satu Warna, Ngabalin menegaskan sudah seharusnya ada perawatan-perawatan besar pesawat kepresidenan.
"Pesawat kepresidenan itu sudah tujuh tahun, harus ada perawatan-perawatan besar, harus diperiksa, karena untuk keselamatan penerbangan Bapak Presiden RI, kemudian dicat juga," kata Ngabalin dikutip dari tayangan video di kanal YouTube Kompas TV, Jumat (6/8/2021).
Ngabalin pun menilai kritik yang diberikan justru terkesan mempolitisasi keputusan pemerintah tersebut.
Baca juga: Politikus Demokrat Usul Pesawat Presiden Dijual Saja Sekalian, Jansen: Durhaka Kalian Sama Pak SBY
Lebih lanjut Ngabalin menegaskan tidak ada hak paten bagi seseorang untuk menguasai satu warna.
Ia mempertanyakan juga mengapa warna pesawat kepresidenan kini menjadi persoalan hingga dibawa-bawa ke presiden.
"Tidak ada hak paten orang dalam menguasai suatu warna. Kok warna jadi persoalan, warna jadi dibawa-bawa ke Presiden, kenapa Presiden bikin merah putih? betul-betul kampungan banget sih lo," tegasnya.
Ngabalin menjelaskan anggaran untuk pengecatan pesawat kepresidenan tersebut telah ditetapkan pemerintah dalam APBN tahun 2019, atau sebelum pandemi Covid-19.
"Anggarannya dari APBN tahun 2019, sehingga alokasi anggaran itu dipakai. Kenapa baru sekarang? Kalau ditetapkan tahun 2019, dan proyek pelaksanaanya dikaitkan dengan masalah covid."
"Saya ingatkan anda bahwa di seluruh kementerian lembaga, khusus di sekretariat negara dan istana, terjadi refocusing anggarannya itu bukan sekali dua kali, dan ratusan miliar," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/warna-baru-pesawat-kepresidenan-kiri-ali-ngabalin-kanan.jpg)