Breaking News:

Ibu Kota Negara

Jembatan Pulau Balang Terkendala Jalan Pendekat, DPRD Kaltim Sebut Seperti Abu Nawas

Nyaris satu tahun sejak Jembatan Pulau Balang selesai dibangun hingga saat ini belum bisa dioperasikan

Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Budi Susilo
HO/BPJN Kaltim 
Jembatan pulau balang yang menghubungkan dua wilayah, Balikpapan-Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Nyaris satu tahun sejak Jembatan Pulau Balang selesai dibangun hingga saat ini belum bisa dioperasikan.

Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Muhammad Adam Sinte pun melontarkan komentarnya saat berada di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur.

"Jadi saya bisa sebut ini jembatan Abu Nawas, karena jembatannya ada tapi di sisi Balikpapan tidak ada jalan pendekat,” ujarnya kepada TribunKaltim.co pada Sabtu (11/9/2021). 

Kendati demikian, Tim Pembebasan Lahan saat ini sebenarnya sudah dibentuk demi realisasi pembangunan jalan pendekat pulau balang sisi Kota Balikpapan.

Baca juga: Jalan Penghubung Jembatan Pulau Balang di Balikpapan Tersendat, Komisi III DPRD Desak Pemprov Kaltim

Baca juga: Pembangunan Jembatan Pulang Balang Ditargetkan Rampung Akhir 2019

Baca juga: NEWS VIDEO DPRD Kaltim Panggil Dinas PUPR, Singgung Pembangunan Jalan Jembatan Pulau Balang

DPRD Provinsi Kalimantan Timur pun meminta agar proses pembebasan lahan jalan pendekat sisi Balikpapan diselesaikan pada tahun ini.

"Dengan pembentukan tim ini, kita berharap proses pembebasan lahan dapat terealisasi dengan lebih cepat," ujarnya.

Menurutnya, tim pembebasan lahan saat ini sedang melakukan pendataan untuk menentukan lokasi yang akan dibebaskan.

Sehingga dapat diselesaikan proses pembebasan lahan, agar target rencana pembangunan fisik jalan pendekat dapat dilakukan pada tahun 2022.

Baca juga: Tunggu Revisi Penetapan Lokasi, BPN Balikpapan Belum Tinjau Jalan Pendekat Jembatan Pulau Balang

“Mudah-mudahan proses pembebasan lahan tidak terlalu rumit dan tahun ini bisa diselesaikan," terangnya.

Dengan begitu Adam mengatakan, rencana proses lelang fisik pembangunan jalan pendekat bisa dilaksanakan awal tahun depan.

Sebab, total anggaran yang diperlukan untuk pembangunan jalan pendekat sisi Balikpapan ini tercatat mencapai Rp 1 triliun lebih.

Rencananya jalan pendekat tersebut akan dibangun dalam dua jalur sepanjang 7 kilometer yang akan terhubung dengan kawasan pelabuhan Kariangau.

Baca juga: Komisi III DPRD Kaltim Minta Pusat Cairkan DAK untuk Bangun Jalan Penghubung Jembatan Pulau Balang

“Semakin cepat pembebasan lahannya, semakin cepat juga proses pembangunan fisiknya,” jelasnya.

Sementara itu, apabila target rencana pembebasan lahan jalan pendekat tersebut tidak tercapai pada tahun ini.

Maka, Gubernur Kaltim, Isran Noor, juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat agar rencana pembangunan dimasukkan sebagai salah satu agenda nasional. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved