Breaking News:

Berita Bontang Terkini

Lepas Pengawasan, Napi Lapas Bontang Kendalikan Sabu Pakai HP Wartel di Sel Tahanan

Kasus peredaran narkoba jenis sabu 1,2 kilogram oleh Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) di penghujung Agustus lalu, kembali menyeret narapidana

Penulis: Ismail Usman | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN
Konferensi pers pengungkapan kasus pengendalian narkoba di balik sel tahanan Lapas Klas IIA Bontang.TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN 

TRIBUNKALTIM.CO,BONTANG- Kasus peredaran narkoba jenis sabu 1,2 kilogram oleh Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Bontang di penghujung Agustus lalu, kembali menyeret narapidana Lapas Klas IIA Bontang.

Pengungkapan ini tak berselang lama setelah pembongkaran kasus peredaran sabu 126 kilogram yang juga dikendalikan oleh salah satu narapidana Lapas Bontang pada 9 Agustus lalu.

Sejumlah rentetan kasus pengendalian narkoba dibalik sel tahan ini dikontrol oleh napi dengan menggunakan handphone.

Hal itu sesuai keterangan BNNK Bontang melalui pers rilisnya, pada Selasa (14/9/2021) kemarin.

Menanggapi prihal tersebut, Kalapas Kelas IIA Bontang, Ronny Widiyatmoko menggaransi, jika pasca pengungkapan kasus narkoba 126 kilogram beberapa waktu lalu, tak ada lagi handphone yang beredar di sel tahanan napi.

Baca juga: Peredaran Sabu 1,2 Kilogram Kembali Menyeret Narapidana Lapas Bontang

Baca juga: Hukuman Tersangka Kasus Sabu 126 Kilogram, Kapolda Kaltara Irjen Pol Bambang Beberkan

Baca juga: Buronan Kasus Sabu Belum Tertangkap, Kapolda Kaltara Irjen Pol Bambang: Cari Sampai ke Ujung Dunia

Namun dikasus terakhir ini, pelaku SDR mengendalikan peredaran sabu menggunakan handphone warung telpon (wartel) khusus yang disediakan oleh petugas.

SDR mengalabui petugas dengan mengganti sim card telpon wartel sehingga komunikasi pelaku tidak tak bisa terditeksi oleh petugas.

Aksi ini diketahui atas pengakuan SDR setelah dilakukan pelacakan oleh petugas lapas dan BNNK.

"Di kasus 1,2 kilogram ini pelaku mengganti sim card telpon yang tersedia. Bukan napi bawa Hp. Beda sama kasus 126 Kilogram itu, pelakunya memang punya hp dari dalam," terangnya dalam konferensi pers Lapas Bontang, Rabu (15/9/2021).

Upaya mengantisipasi agar tidak ada handphone yang beredar di sel tahan, lapas Bontang menyediakan 32 unit alat komunikasi di wartel.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved