Mata Najwa

Mata Najwa Tadi Malam, Terbongkar Risiko Dukungan kepada 56 Pegawai KPK yang Dipecat

Acara Mata Najwa tadi malam, Rabu (22/9/2021), membongkar risiko atas dukungan yang diberikan kepada 56 pegawai KPK yang dipecat.

Penulis: Justina | Editor: Syaiful Syafar
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
ILUSTRASI Massa yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Antikorupsi melakukan aksi di depan Gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (18/5/2021). Aksi tersebut merupakan bentuk dukungan kepada 75 pegawai KPK yang dinyatakan nonaktif setelah tidak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). 

TRIBUNKALTIM.CO - Acara Mata Najwa tadi malam, Rabu (22/9/2021), membongkar risiko atas dukungan yang diberikan kepada 56 pegawai KPK yang dipecat.

Mengangkat tema "Nasib Pemberantas(an) Korupsi", acara Mata Najwa tadi malam membahas nasib 56 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang akan diberhentikan dengan hormat mulai 30 September 2021.

Mereka dipecat karena dinyatakan tidak lulus dalam Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), di mana TWK tersebut menjadi bagian dalam alih status pegawai KPK menjadi ASN.

Meski demikian, 56 pegawai KPK yang dipecat ini terus mendapat dukungan dari berbagai kalangan.

Bahkan dukungan juga datang dari anggota KPK yang masih aktif.

Baca juga: Di Mata Najwa, Novel Baswedan Bantah Tudingan Bekingi Anies Baswedan dari Pemeriksaan KPK

Baca juga: Soal Pemecatan 56 Pegawai KPK, Pakar Hukum Unmul Sebut Presiden Punya Kekuasaan Penuh Ambil Putusan

Baca juga: Sah, Novel Baswedan Dkk Dipecat dari KPK Per 30 September Ini, Nurul Ghufron Beberkan Alasannya

Christie Afriani, Spesialis Jaringan Kerjasama Muda KPK nonaktif mengaku masih mendapat dukungan dari teman-temannya yang masih aktif.

Ia menuturkan jika dari pegawai ke pegawai, dari pegawai ke pimpinan, check and balance-nya berjalan sangat baik di KPK.

"Makanya saya menilai KPK itu lembaga yang progresif. Jadi, dengan adanya dukungan yang diberikan oleh teman-teman yang ada di dalam, hal itu sebenarnya memperlihatkan gitu," kata Christie Afriani di studio Mata Najwa.

Lebih lanjut, Christie Afriani juga mengungkapkan jika teman-temannya yang lolos di dalam KPK menganggap ada yang tidak beres dan menyebut pimpinannya mengambil kebijakan yang tidak tepat.

Baca juga: Firli Bahuri Disindir Habis di Mata Najwa, Reaksi Najwa Shihab saat Video Ketua KPK Diputar Ulang

"Ada konseskuensi enggak kepada teman-teman yang membela?" tanya Najwa Shihab.

"Kalau info yang saya terima itu menyedihkan sekali. Karena teman-teman yang memberikan dukungan malah dipanggil dan diperiksa oleh inspektorat gitu.

Sebetulnya hal ini kan bukan baru pertama kali terjadi gitu.

Sering kan di KPK kalau ada dirasa ada kebijakan yang tidak benar, pegawai itu bersuara baik melalui wadah pegawai atau bersurat langsung kepada pimpinan.

Tapi mungkin nilai-nilai tesebut juga sudah mau dihilangkan gitu dari KPK.

Makanya pegawai-pegawai yang bersuara sekarang yang memiliki hati nurani, memiliki akal sehat mendukung teman-temannya yang merasa tidak pantas dipecat malah diperiksa dan di panggil oleh inspektorat," beber Christie Afriani.

Baca juga: KPK Percepat Pemecatan Pegawai Tak Lolos Wawasan Kebangsaan? Novel Baswedan Ingatkan Arahan Jokowi

Baca juga: Kinerja KPK Tahun 2021 Dinilai Buruk oleh ICW

Baca juga: Pimpinan KPK Buka-bukaan ke Karni Ilyas Bongkar Alasan Rekrut Eks Koruptor jadi Penyuluh Antikorupsi

Sementara Rasamala Aritonang mengaku juga mendengar hal serupa dari rekannya.

Kepala Bagian Perancangan dan Produk Hukum KPK nonaktif ini mengatakan pemeriksaan dan panggilan oleh inspektorat terhadap temannya adalalah isu yang sangat krusial.

"Tetapi hari ini kelihatannya kanal-kanal itu ditutup, sehingga tidak ada akses untuk menyampaikan suatu masukan atau saran atau apa pun. Nah itu menurut saya problem," bebernya.

(TribunKaltim.co/Justina)

Baca juga: Bukan Prestasi, MAKI Beber Alasan Penangkapan Bupati Probolinggo Hanya Pengalihan Isu Komisioner KPK

Baca juga: Postingan Mata Najwa Kembali Sindir Habis KPK, Najwa Shihab: Maling Kok Diajak Kolaborasi?

Baca juga: Berawal dari Karni Ilyas, Nurul Ghufron Tantang Boyamin Saiman Tunjukkan Standar Kesalahan KPK

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved