Breaking News:

Berita Kukar Terkini

Kegiatan Kapal Pandu Tunda Akan Diambil Alih Pelindo, Warga Tanjung Limau Kukar Protes

Polemik terkait rencana kegiatan kapal pandu dan tunda akan dialihkan ke PT Pelindo terus berlanjut

Penulis: Aris Joni | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/ARIS JONI
Sejumlah warga yang tergabung dalam FGPMP Tanjung Limau, Muara Badak, Kukar melakukan protes dengan adanya kapal pandu dari Pelindo. TRIBUNKALTIM.CO/ARIS JONI 

TRIBUNKALTIM.CO,TENGGARONG - Polemik terkait rencana kegiatan kapal pandu dan tunda akan dialihkan ke PT Pelindo terus berlanjut.

Masalah persoalan hak pengelolaan antara masyarakat yang tergabung dalam Forum Gerakan Pemuda Masyarakat Pengempang (FGPMP) dengan PT Pelindo kembali mencuat.

Dimana, warga kembali memprotes karena adanya kapal berstiker logo Pelindo yang mencoba hendak memasuki kawasan pandu tunda tersebut beberapa hari lalu.

Bahkan, dalam penghadangan kapal yang berstiker Pelindo tersebut sempat terjadi ketegangan antar warga dengan pihak kapal tersebut.

Ketua II FGPMP, Alimin Mulyadi mengatakan, kapal tersebut sudah mulai masuk dan dianggapnya memaksakan kehendak.

Pasalnya, selama ini pihaknya sudah berupaya menghadang kegaiatan tersebut sebelum adanya komitmen dari pemerintah yang terkait.

Baca juga: Jembatan Rute Anggana-Muara Badak Kukar Mulai Dibangun, Telan Dana Sekitar Rp 11 Miliar

Baca juga: Pelaku Curanmor di Balikpapan Bawa Kabur Motor ke Kukar, Pakai Modus Menginap

Baca juga: 10 ODHA di Kukar Terima Bantuan Sembako dan Obat-Obatan

“Dan mohon maaf, sepertinya mereka digerakkan oleh pihak-pihak tertentu yang memang memiliki power atau kekuatan dan mengatasnamakan masyarakat,” katanya.

Ia menjelaskan, kapal berstiker Pelindo tersebut diketahuian tiba pada Jumat (1/10/2021) di perairan Muara Badak dan pihaknya turun mencegah kapal tersebut, dikarenakan meminta untuk tidak ada kegiatan sebelum adanya komitmen yang jelas.

“Tapi besoknya mereka memaksakan masuk dengan menggunakan jasa preman. Jadi kami masyarakat sini didatangi preman, tapi kami tidak tinggal diam, ini kampung kami,” tegasnya.

Bahkan, pada Minggu, (3/10/2021) kemarin, FGPMP melakukan aksi damai sekaligus membuat laporan atas insiden premanisme, yang masyarakat alami saat menghadang kapal berstiker Pelindo tersebut hendak masuk ke perairan Tanjung Limau.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved