Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

Sulap Sampah Jadi Sumber Cuan, Cerita Purwanto Pengelola KSM TIS-KEBAL dan Bank Sampah di Tarakan

Jika di kota besar, sampah menjadi problem besar yang sulit dibasmi. Di tangan Purwanto, sampah ia sulap menjadi sumber cuan atau sumber pendapatan

TRIBUNKALTIM.CO/ANDI PAUSIAH
Aktivitas Purwanto bersama rekannya saat melakukan proses pemilahan dan pencacahan sampah sebelum diolah menjadi kompos di lokasi TIS-KEBAL dalam kawasan Pasar Tenguyun Kota Tarakan, Selasa (14/12/2021) lalu. TRIBUNKALTIM.CO/ANDI PAUSIAH 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN – Jika di kota besar, sampah menjadi problem besar yang sulit dibasmi. Di tangan Purwanto, sampah ia sulap menjadi sumber cuan atau sumber pendapatan.

Sampah yang ia sulap yakni, sisa-sisa sayuran dan aneka sampah organik yang mudah terurai bersama kotoran sapi dan muaranya berakhir menjadi produk pupuk kompos.

Ia hanya membutuhkan dua komponen. Pertama bahan baku yakni sampah sayuran dan kedua kotoran sapi. Kombinasi dua komponen ini bisa menjadi pupuk kompos bernilai jual dan banyak diburu masyarakat Tarakan.

TribunKaltara.com berkesempatan menyambangi lokasi pembuatan pupuk kompos milik Purwanto dan ayahnya, Selasa (14/12/2021) lalu.

Ia berbagi cerita bagaimana memulai usaha itu. Sebenarnya ia hanya meneruskan pekerjaan sang ayah, Dimin yang memang usianya sudah tua.

Baca juga: Ciptakan Kemandirian Masyarakat, Disnakertrans Akan Gelar Pelatihan Membuat Pupuk Kompos

Baca juga: Dorong Program Bank Sampah Unit, Pemkab PPU Raih Penghargaan Top Inovasi dari KemenPAN RB

Baca juga: Berkat 100 Bank Sampah Sampai RT, Daerah Calon Ibu Kota Negara Sabet Penghargaan Top

Baca juga: DLH PPU Terus Realisasikan Program 100 Unit Bank Sampah, Masuk Top 5 Terbaik Nasional

Usaha pengomposan sudah dibuka sejak 15 tahun lalu. Namun belum sebesar dan seterkenal saat ini. Tempat pengomposan dan proses pengolahan juga belum memadai di awal membuat usaha ini.

Ia pun terhitung baru lima tahun mengelola pengomposan di kediamannya, Taman Industri Sampah Kegiatan Ekonomi Berbasis Pengelolaan Lingkungan (TIS-KEBAL).

Hampir setiap hari, Purwanto berkutat dengan limbah Pasar Tenguyun yang berlokasi di Kelurahan Pamusian.

Aroma semerbak khas sisa sampah sudah biasa dirasakan ia bersama rekan-rekannya yang ikut membantu pengolahan pupuk kompos di TIS-KEBAL.

Proses pengumpulan sampahnya sendiri memang ada petugas khusus yang mengambil di drum-drum tempat sampah masing-masing lapak penjual sayuran.

Purwanto saat menunjukkan produk pupuk kompos di TIS-KEBAL, setelah melalui proses pengolahan selama satu bulan. TRIBUNKALTIM.CO/ANDI PAUSIAH
Purwanto saat menunjukkan produk pupuk kompos di TIS-KEBAL, setelah melalui proses pengolahan selama satu bulan. TRIBUNKALTIM.CO/ANDI PAUSIAH (TRIBUNKALTIM.CO/ANDI PAUSIAH)

Dari sampah-sampah itu semua diangkut dan dipilah mana yang bisa dikomposkan. Untuk membuat sampah menjadi pupuk kompos membutuhkan waktu sekitar satu bulan lamanya.

Total ada tiga tahap yang harus dilakukan untuk membuat pupuk kompos.

Pertama, sampah dipilah atau disortir kemudian dicacah kecil-kecil. Sampah sayuran sisa yang menguning ataupun sudah mulai membusuk disimpan di wadah ruang yang berisi kotoran sapi.

“Jadi sapinya memang khususnya buang kotoran di wadah itu dan di situ nanti sampahnya dicampurkan. Baru dipindah ke dalam peti,” ungkapnya.

Selanjutnya, tahap kedua sampah sayuran masih basah dicampur kotoran sapi didiamkan dalam peti perkiraan hingga dua minggu. Di sini proses penguraian terjadi.

Baca juga: Dua Faktor Tren Volume Limbah di Nunukan Naik, Eksistensi Bank Sampah dan Pengepul Minim

Jika dua minggu selesai, setelah setengah kering, kembali dipindah ke peti lainnya untuk menunggu sampai kering dan bisa dikemas untuk tahap ketiga.

Adapun kata Purwanto, harga jual hanya sekitar Rp 2.500 per kilogram. Meski terbilang murah, namun kualitasnya sangatlah mahal.

Namun ia juga menyiapkan dalam bentuk kemasan isi 4 kilogram dipatok Rp 10 ribu. Biasanya kemasan ini paling dicari pembeli. Pupuknya sendiri bisa digunakan untuk menyuburkan aneka tanaman.

Dalam sebulan selama masa pandemi ini ia mengakui cukup menurun omzetnya. Hanya di kisaran Rp 1 juta- Rp 1,5 juta per bulan. Berbeda sebelum pandemi menyerang. Meski demikian ia tetap optimis, rezeki tak akan tertukar.

“Kalau sebelum pandemi alhamdulillah di atas itu pendapatannya.Tapi tetap bersyukur karena sayurannya juga bahan bakunya kami dapat di pasar tidak dibayar. Sekalian diangkut sampahnya dan sekalian pula dimanfaatkan jadi kompos. Jadi semua berguna,” ungkap Purwanto.

Baca juga: Cuma Kumpulkan Kotoran, Warga Kuaro Kabupaten Paser Terima Tabungan Emas dari Bank Sampah

Berbicara KSM TIS-KEBAL sendiri, kata Purwanto, lokasi pegomposan sekaligus taman ini berkat binaan Dinas Lingkungan Hidup sejak 2006 bekerja sama dengan program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Medco E&P Tarakan. Lokasinya berada di kawasan Pasar Tenguyun Kota Tarakan.

Ia mengakui, kontribusi Medco dalam hal CSR selama ini cukup banyak. Seperti membantu membuat kantor, pagar dan pengolahan pengomposan.

“Sudah lama dibangun ini untuk kompos. Di dalam TIS-KEBAL ini juga ada pengelolaan hidroponik Tarakan. Di bawah garapan Medco juga,” ujarnya.

Ia bersyukur bantuan Medco Tarakan cukup membantu dalam hal pengembangan TIS-KEBAL.

Selain pengomposan, di TIS-KEBAL juga ada program Bank Sampah. Masih sama kata Purwanto, ini di bawah binaah Kelurahan Pamusian, DLH Tarakan dan juga tentunya Medco Tarakan.

Baca juga: Resmikan Bank Sampah di Kelurahan Waru, Kepala DLH PPU Harap Warga Termotivasi untuk Jadi Nasabah

Sistem kerja Bank Sampah TIS-KEBAL ini sendiri kata Purwanto, TIS-KEBAL mengumpulkan sampah plastik, kaleng, kardus, kertas atau buku bekas untuk ditimbang dan dijualkan kembali.

“Segala macam bisa dijual. Kami beli dari masyarakat dan nanti dijual ke Surabaya. Jadi di kami ada yang tugasnya mengumpulka sampah plastik misalnya,” ungkap Purwanto.

Setelah semua terkumpul, Bank Sampah hanya menampung sementara dan nanti akan dikumpulkan di lokasi penampungan yang lebih besar dan selanjutnya dikirim ke Surabaya.

“Hanya dikumpul di sini lalu dikirim keluar. Kami beli misalnya sampah kardus per kilogramnya Rp 800, kemudian plastik Rp 1.200, buku Rp 800, aluminium Rp 10 ribu,” sebut Purwanto.

Sementara itu Lead of PASEC & GS PT Medco E&P Tarakan Zaid Thalib membeberkan, untuk kegiatan CSR memang sudah sejak lama dijalin bersama Pemkot Tarakan.

Baca juga: Launching Bank Sampah, DPMD Kabupaten Paser Harap Posyantekdes Amanah Berperan Aktif

Kegiatan CSR sendiri dinilai efektif karena menjalin kerja sama dengan pemkot dalam rangka meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat serta pengelolaan lingkungan.

“Kondisi ini memberikan kontribusi positif pada keamanan dan kelancaran operasional perusahaan,” ungkap Zaid sapaan akrabnya.

Ia membeberkan catatan prestasi program CSR PT Medco E&P Tarakan, di tahun 2015 lalu mendapatkan nominasi Kalpataru untuk kategori perintis lingkungan.

“Yang diraih atas nama Pak Dimin. Beliau adalah figur pekerja dari DLH yang bekerja sama dalam program pengelolaan Medco,” ujarnya.

Lalu di tahun 2019 Kelurahan Mamburungan Timur berhasil menjadi juara 2 Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Nasional yang diadakan Kemendagri.

“Kami saat itu kebetulan ikut berpartisipasi secara langsung dalam lomba tersebut. Lalu 2021 kemarin, dua mitra binaan kami KSM BAIS di Karang Balik dan KSM TIS-KEBAL di Kelurahan Pamusian menjadi juara 1 dan juara 2 lomba Bank Sampah tingkat Provinsi Kaltara,” ulas Zaid.

Baca juga: Bupati Kukar Edi Damansyah Resmikan Gedung Baru Puskesmas dan Bank Sampah Kahal Lestari

Ia melanjutkan, sejak 2006 lalu PT Medco E&P Tarakan sudah bekerja sama dengan DLH Tarakan. Di antaranya pengolahan limbah menjadi kompos. Kemudian learning center melibatkan siswa dan mahasiswa. Dan kata Said, beberapa dari mereka sekarang ini sudah diterima di PTN di Kaltim dan di Pulau Jawa.

“Nah terakhir 2020 lalu, kami mengembangkan Program Bank Sampah sampai saat ini bekerja sama dengan Kelurahan Pamusian,” ungkap Zaid.

Ia melanjutkan, saat ini pihaknya menyelesaikan lomba pembuatan website E-Commerce yang akan diperuntukkan bagi UMKM di Tarakan.

“Ini harapannya bisa diperluas sampai di Kaltara. sampai saat ini beluma da website E-Commerce lokal yang representatif untuk menampung dan menyalurkan produk UMKM di Tarakan sebenarnya banyak memiliki potensi dikembakan dan dijual atau dipasarkan keluar Kaltara,” ujar Said dalam kegiatan Webinar Media Edukasi dan Lomba Karya Jurnalistik Medco E&P Tarakan & Medco Energi Bangkanai 2021.

Tentu lanjutnya salah satunya produk pupuk kompos yang berpotensi untuk dipasarkan lewat E-Commerce.

Said menambahkan, sebaran program Community Development PT Medco E&P Tarakan tersebar di banyak kelurahan. Di antaranya ada KWT Harapan Senang, Kelurahan Juata Kerikil. Kemudian KSM Lestari Kelurahan Karang Rejo.

Lalu ada Bank Sampah Kelurahan Karang Balik dan Pantai Amal.

Kemudian Pola Kata Kelurahan Karang Anyar. Adapula Mina Padi Organik Kelurahan Mamburungan.

“Juga ada TIS-KEBAL dan juga Bank Sampah di Kelurahan Pamusian, BINARI di Kelurahan Pamusian, AAPIMB di Kelurahan Kampung Satu, KWT Hidayatullah di Kelurahan Mamburungan, KWT Kampung Salak di Kelurahan Mamburungan Timur dan POKLAHSAR ANIISA di Kelurahan Mamburungan Timur,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved