Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Pengusaha akan Percepat Distribusi, Demi Menekan Harga Minyak Goreng jadi Turun

Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika, mengungkap selama ini industri hilir minyak sawit turunan CPO

Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
Harga minyak goreng panas di beberapa wilayah di Indonesia, satu di antaranya sampai terasa di Kalimantan Utara. TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika, mengungkap selama ini industri hilir minyak sawit turunan CPO telah mampu memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional.

Kata dia, Industri kelapa sawit telah menunjukkan progress hilirisasi yang sangat baik.

"Saat ini terdapat 168 ragam jenis produk hilir dari kelapa sawit, sementara pada tahun 2011 baru terdapat 54 jenis," tutur Putu, Selasa (11/1/2022).

Secara total, ekspor minyak sawit dan produk turunannya mencapai 33,1 juta ton per-tahun, dari total produksi sebesar 53 juta ton per-tahun.

Baca juga: Harga Minyak Goreng Naik di PPU, Tembus Rp 20 Ribu/Liter, Penjual Gorengan Minta Gelar Pasar Murah

Baca juga: Awal Tahun 2022, Harga Minyak Goreng di Penajam Paser Utara Masih Melambung Tinggi, Rp 20 Ribu/Liter

Baca juga: Harga Komoditas di Bontang Belum Stabil, Cabai dan Minyak Goreng Masih Melambung Tinggi

Pada 2021, rasio volume ekspor antara bahan baku CPO dengan produk hilirnya mencapai 9,27 persen berbanding 90,73 persen.

Sedangkan selama periode 2016-2020, rata-rata rasio ekspor bahan baku dengan produk hilir berada di sekitar 20 persen berbanding 80 persen.

Dirjen Industri Agro juga meminta kepada pelaku industri Minyak Goreng Sawit (MGS) untuk semakin meningkatkan kualitas, inovasi dan daya saingnya melalui kegiatan Research and Development.

Pemerintah telah menyiapkan fasilitas insentif fiskal berupa super tax deduction.

Baca juga: Disdag Samarinda tak Bisa Tekan Laju Kenaikan Minyak Goreng Dari Pertengahan 2021, Ini Sebabnya

Dengan diberikan pengurangan penghasilan bruto paling tinggi 300 persen bagi yang melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan di Indonesia guna terus memperbanyak produk hilir kelapa sawit.

Manager Quality Assurance (QA) and Quality Control (QC) PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) Christian Suripto menyampaikan, pihaknya siap mendukung program pemerintah dalam menyediakan produk MGS dengan harga terjangkau untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved