Berita DPRD Bontang

PPDB Online di Bontang Kurang Diminati, DPRD Temukan Banyak Orangtua Pilih Daftar Offline di Sekolah

Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara online di Kota Bontang kurang diminati.

Penulis: Ismail Usman | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN
Antrean Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) offline di SMP Negeri 1 Bontang. TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB secara online di Kota Bontang kurang diminati.

Hal itu ditandai saat Komisi I DPRD Bontang meninjau langsung pelaksanaan PPDB tingkat SMP pada, Selasa (21/6/2022) kemarin.

Dari pantauan anggota Komisi I DPRD Bontang saat sidak ke sekolah, masih banyak orangtua yang memilih mendaftarkan anaknya secara offline.

Anggota Komisi I DPRD Bontang, Abdul Haris menilai sosialisasi pelaksanaan PPDB online masih kurang optimal.

“Padahal dengan PPDB Online semua jadi lebih mudah dan transparan. Tapi ketika dilihat langsung ke sekolah, banyak orangtua masih antre mendaftar offline,” terangnya, Rabu (22/6/2022).

Baca juga: DPRD Bontang Setuju Usulan Lahan Pemakaman di Bontang Barat

Sidak yang dilakukan Komisi I ini untuk memantau secara langsung pelaksanaan PPDB.

Dari pantauan, sistem jalannya opsi PPDB Online tahun ajaran 2022/2023 sudah cukup baik.

Hanya saja, peserta banyak memilih mendaftar secara offline.

“Sangat disayangkan, karena masih banyak yang memilih mendaftar offline. Padahal sistem online kan lebih dimudahkan,” tuturnya.

Abdul Haris pun meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) agar lebih memaksimalkan menerapkan PPDB Online.

“Upaya sosialisasi PPDB Online harus terus ditingkatkan, meski masih banyak sekolah yang menerapkan offline,” pesannya.

Baca juga: Rencana Penghapusan TKD, DPRD Bontang Bahas Rekomendasi Usulan Pengangkatan PPPK

Sementara, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikbud Bontang, Saparudin mengakui dalam pelaksanaanya PPDB Online masih minim peminat.

Kata dia, sejauh ini wali murid lebih suka datang langsung ke sekolah. Upaya sosialisasi juga telah dilakukan maksimal.

“Ia, harusnya PPDB Online lebih memudahkan wali murid. Faktanya, itu masih jadi kendala,” ucapnya.

Saparudin menduga selain persoalan teknis penguasaan teknologi. Hal itu juga terjadi lantaran masih rendahnya tingkat kepercayaan wali murid terhadap mekanisme PPDB Online, sebab bertahun-tahun terbiasa dengan sistem ofline.

“Yang jelas kita upayakan optimal PPDB berjalan optimal. Baikyang daftar online maupun ofline,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, PPDB tahap pertama telah berakhir. Saat ini, PPDB yang berjalan ialah jalur pindahan orangtua dan siswa berprestasi yang berlangsung hingga 23 Juni mendatang. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved