Airlangga Bertemu Menteri Jepang, 2023 Momentum Terbaik Saling Mendukung dalam Forum G20 dan IPEF

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto saat mengadakan pertemuan dengan METI Jepang, Nishimura Yasutoshi saat IPEF.

Editor: Diah Anggraeni
ekon.go.id
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto saat mengadakan pertemuan dengan Menteri Energi, Perdagangan, dan Industri Jepang, Nishimura Yasutoshi di sela-sela Pertemuan Menteri IPEF di Los Angeles. 

TRIBUNKALTIM.CO - Di sela-sela Pertemuan Menteri IPEF (Indo-Pacific Economic Framework) di Los Angeles, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto didampingi oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengadakan pertemuan dengan Menteri Energi, Perdagangan, dan Industri (METI) Jepang Nishimura Yasutoshi.

Kedua Menteri membahas berbagai isu, termasuk didalamnya keikutsertaan dalam pilar-pilar yang menjadi fokus pembahasan di pertemuan menteri IPEF.

Menko Airlangga menyampaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2022, yang mampu tumbuh 5.01 persen di kuartal I dan mencapai 5.44 persen (YoY) pada kuartal II.

Baca juga: Airlangga Beber Perkembangan Penanganan PMK dan Upaya Kerja Sama Saat Bertemu Menteri Selandia Baru

Tren pertumbuhan ekonomi yang positif ini didukung pemulihan sejumlah indikator ekonomi, termasuk neraca perdagangan Indonesia yang terus mencatatkan surplus selama 27 bulan berturut-turut.

"Surplus ini terjadi karena meningkatnya perdagangan Indonesia dengan sejumlah negara, termasuk Jepang. Total nilai perdagangan antara Indonesia dan Jepang pada tahun 2021, mencapai USD 32.5 miliar, meningkat 36 persen dari tahun 2020 yang sebesar USD 23.8 miliar," katanya.

Dalam pertemuan juga diingatkan kembali permintaan pemerintah Indonesia kepada Pemerintah Jepang terkait tarif bea masuk untuk beberapa komoditas seperti ikan tuna dalam kaleng.

Saat ini, produk ikan tuna Indonesia masih dikenakan tarif bea masuk sebesar 7 persen sementara produk serupa asal negara tetangga sudah dibebaskan tarif bea masuk oleh Jepang.

Untuk ekspor buah nanas dan pisang, masih dikenakan pembatasan atas jumlah ekspor yang mendapatkan fasilitas.

Menko Airlangga juga menyampaikan komitmen Indonesia untuk aktif dalam keempat pilar IPEF, terutama di pilar kedua terkait dengan supply chain (rantai pasok), berharap akan mendapat dukungan dalam pengembangan 2 komoditas strategis, yaitu semi conductor dan EV (Electronic Vehicle) battery.

Baca juga: Menko Airlangga: IPEF Jalan Baru Peningkatan Kerja Sama untuk Kemakmuran di Kawasan Indo-Pasifik

Selain itu, juga disampaikan mengenai masalah trade facilitation, pengembangan SDM khususnya untuk pengembangan semi konduktor dan SDM di bidang digital.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved