Berita Pemkab Kutai Kartanegara

Dalam Proses Penuntasan DTKS, Manajerial Para Camat di Kukar Diuji

Bupati Kukar Edi Damansyah mengatakan, kemampuan manajerial seorang camat yang diuji dalam proses penuntasan DTKS.

Editor: Diah Anggraeni
Prokom
Bupati Kukar Edi Damansyah meminta para camat segara menuntaskan verifikasi DTKS. 

TRIBUNKALTIM.CO - Verifikasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) belum selesai.

Meski begitu, Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah mengapresiasi kerja keras semua camat, karena progresnya tetap berjalan.

Dari capaian kinerja yang diminta Edi, dengan waktu diberikan seminggu, memang tidak menunjukkan hasil maksimal.

"Kalau dilihat dari progres seminggu, sudah hampir mendekati selesai, dan akan diberikan waktu seminggu lagi bagi kecamatan yang belum menyelesaikan verifikasi DTKS. Kalau sampai ini tidak selesai juga, berarti gagal dalam manajerial waktu pendataan DTKS," ungkapnya pada rakor hasil verifikasi dan validasi DTKS Kukar, pekan tadi di ruang Serba Guna Kantor Bupati Kukar.

Baca juga: Obati Kerinduan Riders, Bupati Melepas Peserta Wild Adventure Kukar Idaman 2022

Rakor itu dihadiri oleh Sekda Kukar H Sunggono, Kepala Dinas Sosial Kukar H Hamly, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kukar H Muhammad Bisyron, Tim Gugus Tugas Kukar Idaman dan Camat se-Kukar.

Bupati melanjutkan, upaya verifikasi DTKS itu selalu dikontrol oleh sekda, tinggal para camat menggerakkan kades-nya, puskesos dan pihak terkait.

"Tolong diperhatikan, ini akan terlihat kemampuan seorang camat dari pekerjaan lamban dan tidak mencapai target. Seseorang bisa dikatakan hebat ditunjukkan dengan hasil nyata dari keberhasilannya pekerjaan," ujarnya.

Dilanjutkannya, di antara 18 kecamatan sudah ada yang merampungkan verifikasi DTKS.

Baca juga: Pemkab Kukar Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan, Bupati-Wabup Serahkan Bantuan Peralatan Perikanan

Jadi, menurut Edi, jangan bicara kesulitan geografis.

Bisa dikatakan yang paling sulit di 18 kecamatan adalah Kecamatan Anggana, namun pendataan Anggana selesai 100 persen.

Maka, menurutnya, ini kemampuan manajerial seorang camat yang diuji.

Dalam pekerjaan yang perlu diperbaiki adalah komunikasi, koordinasi, hubungan kerja, dan kerja bersama.

Selain itu DTKS juga digunakan dalam rencana intervensi Rakor Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP) yang akan segera diselenggarakan. (adv)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved