Ekonomi dan Bisnis

Pembatasan Pembelian BBM Pertalite dan Solar Bersifat Sementara

Maksimal 200 liter per hari untuk kendaraan umum angkutan orang atau barang roda enam atau lebih.

Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO
Pembelian bahan bakar minyak di SPBU Balikpapan Utara, Kalimantan Timur. Kendati demikian, pihaknya terus mengkaji kebijakan pembatasan pembelian BBM subsidi yang rencananya akan termuat dalam revisi Perpres Nomor 191 Tahun 2014. TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Haga bahan bakar minyak mulai resmi naik, harganya jauh lebih mahal ketimbang dari harga sebelumnya. 

Kenaikan harga bahan bakar minyak ini diputuskan secara resmi oleh pemerintah pusat. 

Bahan bakar minyak yang naik ialah Pertalite dan Solar. 

Namun sejauh ini, masih saja ada kebijakan untuk pembatasan konsumsi bahan bakar bersubsidi itu. 

Baca juga: Dampak Kenaikan Harga BBM, Polres Kutai Barat Beri Bantuan Sembako ke Nelayan 

Pertamina memberlakukan uji coba pembatasan volume pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi, yakni Pertalite dan Solar.

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Irto Ginting mengatakan, khusus untuk Pertalite, pembelian oleh kendaraan roda empat dibatasi maksimal sebanyak 120 liter per hari.

Menurut dia, uji coba pembatasan volume pembelian Pertalite ini hanya bersifat sementara dan belum tertuang dalam ketentuan resmi.

"Itu sementara saja sebagai default di sistem. Di mana kita sedang melakukan uji coba sistem dan infrastruktur," ujar Irto saat dihubungi Kompas.com, Jumat (16/9/2022).

Baca juga: APBN Jebol Jika Harga BBM Tak Dinaikkan, Achmad Nur Hidayat di ILC: Kenapa Kasih Bantalan Sosial?

Di sisi lain, khusus pembatasan kriteria kendaraan yang boleh menggunakan Pertalite, pihaknya masih menunggu revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran BBM.

"Kami juga masih menunggu ketentuan kriteria kendaraan yang bisa menggunakan BBM subsidi yang nanti akan tertuang dalam revisi Perpres Nomor 191 Tahun 2014," ujarnya.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved