Berita Nasional Terkini

Konversi Elpiji ke Kompor Listrik, Lebih Hemat dan Aman, PLN: Bisa Hemat Rp 8.000 per Kg

Konversi elpiji ke kompor listrik, lebih hemat dan aman, PLN: Bisa hemat Rp 8.000 per Kilogram.

Dokumen PT PLN (Persero)
PLN konversi 1.000 kompor elpiji ke kompor listrik di Surakarta. Konversi elpiji ke kompor listrik, disebut lebih hemat dan aman, PLN: Bisa hemat Rp 8.000 per Kilogram. Selain itu proses memasak juga jadi lebih cepat. 

TRIBUNKALTIM.CO – Konversi elpiji ke kompor listrik, lebih hemat dan aman, PLN: Bisa hemat Rp 8.000 per Kilogram.

Rencana pemerintah melakukan konversi elpiji ke kompor listrik mulai dilakukan ujicoba.

PT PLN (Persero) sedang melakukan uji coba konversi kompor elpiji ke kompor listrik atau kompor induksi di berbagai kota.

Ujicoba konversi elpiji ke kompor listrik ini sementara dilakukan di tiga kota.

Penggunaan kompor listrik atau kompor induksi ini disebut memiliki kelebihan dibanding kompor gas.

Baca juga: Wah, Pemerintah akan Bagi-bagi Kompor Listrik Mahal Secara Gratis ke Warga Miskin

Baca juga: Rencana Kompor Listrik: Jadi Pengganti Elpiji 3 Kg, DPR Minta PLN Jangan Terburu-buru

Ada manfaat langsung yang dirasakan oleh pengguna kompor listrik.

Penggunaan kompor listrik ini disebut lebih hemat, lebih aman, dan memasak bisa lebih cepat.

Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo menyebut dalam program konversi kompor elpiji ke kompor listrik, masyarakat bisa hemat hingga Rp 8.000 per kilogram elpiji.

“Jadi dari per kilogram gas elpiji yang dikonversi ke kompor listrik, terdapat penghematan biaya sekitar Rp 8.000 per kilogram gas elpiji,” kata Darmawan di Kantor Pusat PLN di Jakarta, Rabu (21/9/2022) seperti dilansir dari Kompas.com.

Dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR RI, Rabu (14/9/2022), Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, dengan menggunakan kompor induksi masyarakat bisa memasak dengan lebih hemat 10-15 persen dibandingkan dengan kompor elpiji.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved