Berita Samarinda Terkini

80 Personel Satpol PP Berjaga di Tepian Mahakam Samarinda dalam Upaya Penertiban PKL

Personel Satuan Polisi Pamong Praja Kota Samarinda melakukan penjagaan di Kawasan Tepian Mahakam, Jalan Gajah Mada, Senin (3/10/2022).

Penulis: Sarikatunnisa | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/SARIKATUNNISA
Sebanyak 80 personel Satpol PP berjaga-jaga di kawasan Tepian Mahakam Samarinda dalam rangka penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL), Senin (3/10/2022). TRIBUNKALTIM.CO/SARIKATUNNISA 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Personel Satuan Polisi Pamong Praja Kota Samarinda melakukan penjagaan di Kawasan Tepian Mahakam, Jalan Gajah Mada, Senin (3/10/2022).

Penjagaan itu dilakukan dalam rangka menindaklanjuti Surat Pemberitahuan Sekretariat Daerah Kota Samarinda Nomor 660/2916/012.02 yang dikeluarkan 19 September 2022.

Di mana disebutkan batas terakhir aktivitas usaha oleh Pedagang Kaki Lima (PKL) adalah Minggu (2/10/2022).

Kepala Satpol PP Samarinda M Darham menuturkan ada 80 personel Satpol PP yang diturunkan untuk berjaga di kawasan tersebut.

Penjagaan akan dilakukan dalam tiga hari berturut-turut dan kemudian akan dievaluasi.

Baca juga: Komisi II DPRD Samarinda Ingin Pemkot Lakukan Komunikasi dengan PKL yang Ditertibkan

"Jadi kita melakukan penjagaan selama tiga hari habis itu kita evaluasi," ujar M Darham kepada awak media, Senin (3/10/2022).

Setelah masa tiga hari itu, penindakan akan dilakukan kepada para PKL yang mencoba untuk kembali berjualan.

"Selanjutnya kita upayakan penindakan lagi, kalau ada barangnya kita angkut," katanya.

Pantauan TribunKaltim.co Senin (3/10/2022), PKL sudah tidak terlihat lagi berjualan di kawasan tersebut.

Di lain pihak, Ketua Ikatan Pedagang Tepian Mahakam (IPTM) Hans Meiranda mengatakan, aktivitas yang mereka lakukan adalah ekonomi kerakyatan.

Sehingga ia berharap pemerintah kota seharusnya mendukung eksistensi mereka.

Baca juga: Satpol PP Buat Pos Pantau di Pasar Sungai Dama Samarinda, Tindak 5 PKL Liar

Ia membandingkan keberadaan Marimar yang juga berada di kawasan Tepian Mahakam, tetapi tidak digusur.

"Antara IPTM dengan marimar, kalau hari ini kita bicara IPTM, kita bicara Ekonomi Kerakyatan, kalau kita melihat marimar atau mahakam lampion garden kita melihat dis itulah profit oriented," ujar Ketua IPTM Hans Meiranda, Senin (3/10/2022).

Lebih lanjut, ia mengaku keberatan jika ada wacana Pemkot memindahkan mereka.

Karena ia katakan jika memang pemindahan mereka merupakan suatu yang mutlak, maka tempat yang baru harus juga memberikan potensi keuntungan bagi mereka ketika berdagang. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.  

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved