Wawancara Eksklusif
EKSKLUSIF Kini jadi Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Masud Cerita Pernah Digeser dari Ketua Komisi
Makmur HAPK memilih melawan, sedangkan Hasanuddin Masud mengaku hanya menjalankan perintah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar.
Penulis: Tribun Kaltim | Editor: Adhinata Kusuma
Kalau bisa 16 kursi, kalau enggak bisa ya kita bertahan di 12. Makanya ini harus dikondusifkan lagi nih Golkar ini.
Daerah mana yang akan dikuatkan?
Balikpapan pasti kita akan tambah, Samarinda dan Kukar, Insya Allah.
Bagaimana secara pribadi hubungan bapak dengan Pak Makmur?
Saya menganggap beliau itu orangtua saya, dia guru, guru senior kita di partai. Ya saya tidak ada masalah secara pribadi ya.
Karena ini adalah keputusan partai, kalau saya menolak saya dianggap tidak melaksanakan tugas, jadi saya tetap melaksanakan perintah itu walaupun tentu ada yang pro dan kontra, itu biasa.
Artinya seperti buah simalakama?
Iya, tidak kita dilaksanakan kita dianggap tidak laksanakan perintah. Kita laksanakan, dengan orang yang selama ini kita anggap sebagai orangtua, sebagai guru tapi (malah berpolemik).
Itulah politik ya, pilihan memang harus siap dengan segala konsekuensinya.
Bagaimana bapak melihat kepemimpinan Pak Makmur selama 3 tahun?
Secara pribadi baik ya. Relationship dengan teman-teman, dengan kemitraan bagus. (Kalau) Untuk kebijakan-kebijakan itu kan tidak bisa kita campuri karena kita anggota-anggota.
Beliau yang mengkoordinir kita-kita yang punya gaya dan style yang berbeda
Mungkin saya akan berbeda dengan beliau, ndak mungkin sama nanti kepemimpinannya.
Tapi satu tujuan bahwa kita menginginkan secara kepartaian kita besar dan secara pengabdian kepada masyarakat khususnya Kalimantan Timur itu juga bisa berjalan dengan baik
Mungkin statement dari bapak untuk meredakan kegaduhan yang saat ini masih terjadi?