Berita Kaltim Terkini
Berperan Penting, Guru Penggerak di Kaltim Diharapkan Ditambah
Karena itu, pemerintah didorong untuk terus meningkatkan jumlah guru penggerak yang bisa mendorong peningkatan sebaran kualitas guru
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Peran guru penggerak dinilai sangat penting dalam upaya mewujudkan pendidikan berkualitas di Provinsi Kalimantan Timur.
Karena itu, pemerintah didorong untuk terus meningkatkan jumlah guru penggerak yang bisa mendorong peningkatan sebaran kualitas guru terutama di daerah 3 T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
Hal tersebut terungkap dalam Focus Group Discussion (FGD) Peningkatan Sebaran Pendidikan Berkualitas: Merumuskan Konsensus Pemerintah, Sekolah, dan Guru di Provinsi Kalimantan Timur, Selasa (8/11/2022).
“Untuk Program Guru Penggerak agar tahun depan targetnya terus ditingkatkan jumlahnya,” ungkap Direktur Utama Synergy Policies Dinna Prapto Raharja saat membacakan konsensus FGD.
Baca juga: 55 Guru Penggerak Balikpapan Datang ke Senayan, Sampaikan Aspirasi ke Hetifah Sjaifudian
Tantangan saat ini adalah guru penggerak jumlahnya masih terbatas. Dalam FGD tersebut terungkap juga bahwa untuk mendukung program guru penggerak, pendidik yang sudah dilatih oleh Tanoto Foundation bisa diajak terlibat menjadi aktor dalam Program Guru Penggerak.
Selain itu, Program Sekolah Penggerak diharapkan akan berjalan mandiri didukung oleh pemerintah daerah dalam membuat pembelajaran yang menyenangkan bagi murid, sehingga prestasi siswa bisa sesuai dengan target capaian.
“Kolaborasi antar guru dengan kepala sekolah, sekolah dengan dunia usaha dan mitra pembangunan dengan dinas bisa berlangsung meskipun tanpa anggaran. Jadi ini tekadnya adalah tekad kolaborasi,” kata Dinna.
Peserta FGD juga menyoroti kasus siswa yang putus sekolah agar dilakukan pendataan sehingga bisa diberikan akses pendidikan berkualitas juga.
Kolaborasi para pemangku kepentingan perlu dilakukan untuk memastikan anak bisa mendapatkan hak atas pendidikan berkualitas.
Baca juga: Menteri Nadiem Makarim Dicurhati Guru Penggerak, Waryono Mengeluh Soal Pendidikan di Calon IKN
FGD juga menyepakati pentingnya pembelajaran aktif termasuk yang berbasis teknologi untuk menggugah semangat belajar para siswa.
Peningkatan karakter guru juga menjadi tema menonjol yang diperbincangkan dalam FGD. Guru merupakan faktor penggerak utama dalam belajar mengajar.
“Faktor penting adalah tersedianya narasumber praktik baik, kegiatan berbasis implementasi Kurikulum Merdeka, serta terbentuknya komunitas belajar agar lebih merata sebarannya,” ungkap Dinna.
Untuk menjangkau daerah 3T, seperti Kabupaten Berau, Mahakam Ulu, dan Kutai Barat, diperlukan pemetaan kembali kebutuhan dan solusi bagi peningkatan kualitas pendidikan.
Demi Pendidikan Berkualitas
Kepala Balai Guru Penggerak Provinsi Kalimantan Timur Wiwik Setiawati mengungkapkan pentingnya peran guru penggerak untuk mendukung pencapaian pendidikan berkualitas.