Berita Kaltim Terkini

Berperan Penting, Guru Penggerak di Kaltim Diharapkan Ditambah

Karena itu, pemerintah didorong untuk terus meningkatkan jumlah guru penggerak yang bisa mendorong peningkatan sebaran kualitas guru

Editor: Budi Susilo
HO/Synergy Policies
Ilustrasi para pelajar melakukan kerja kelompok menyusun gelas, mendiskripsikan soal Pancasila. 

Dia mengakui jumlah guru penggerak masih belum ideal. Hanya saja, seiring berjalannya waktu, jumlah guru penggerak ini semakin bertambah.

“Dulu di awal-awal sedikit teman-teman guru yang mau ikut guru penggerak karena pendidikannya sembilan bulan. Tapi sekarang setelah tahu hasilnya, banyak yang mendaftar menjadi calon guru penggerak,” jelasnya.

Wiwik mengungkapkan kontribusi guru penggerak memang nyata. Karena setelah dinyatakan lulus menjadi guru penggerak, kapasitas guru menjadi lebih mumpuni baik dari segi kreativitas, inovasi hingga leadership.

Baca juga: Guru Penggerak dan KIM Web Kukar Gelar Pembelajaran Daring Melalui Streaming Kota Raja Channel

Diakuinya banyak guru mendaftar menjadi calon guru penggerak karena ingin secara karir baik.

“Kalau ingin menjadi kepala sekolah atau pengawas, ya harus menjadi guru penggerak dulu,” ungkapnya. Dia menyebut target guru penggerak seluruh Indonesia hingga 2024 mencapai 260.000.

Wiwik berpendapat bahwa para pengajar yang sudah pernah pelatihan dengan lembaga-lembaga filantropi seperti Tanoto Foundation boleh saja ikut mendaftar sebagai guru penggerak, asal ikut regulasi syarat pemerintah.

FGD tersebut diikuti oleh sepuluh perwakilan dari berbagai pemangku kepentingan bidang pendidikan mulai guru, kepala sekolah, pengawas, hingga pejabat dinas Pendidikan dan Kebudayaan di Provinsi Kalimantan Timur.

Banyak diungkap dalam FGD mulai kekurangan sarana dan prasarana pendidikan di daerah 3T, problematika sekolah, kurangnya kesadaran sekolah dari siswa dan orang tua murid hingga kualitas guru yang tidak merata.

Selain itu, juga terungkap bahwa saat ini kekurangan guru bahasa Indonesia. Bahkan, di daerah 3T, semua sekolah kekurangan guru semua mata pelajaran.

Di samping itu, program satu laptop, satu guru ternyata juga membawa manfaat yang baik bagi peningkatan kualitas guru dan sekolah.

Baca juga: Guru Penggerak Kukar Bahas New Normal di Lingkungan Madrasah via Dialog Virtual Kota Raja Channel

Berbagai kesulitan di daerah 3T tidak menyurutkan para guru untuk terus berjuang dalam mendidik para siswanya.

Salah satunya, Kepala SMPN 2 Gunung Bayan Kutai Barat, Muslikin yang daerahnya tidak terjangkau listrik dan internet tetap bersemangat dalam memajukan sekolahnya.

Ia mengembangkan program pembelajaran memakai jaringan Wifi berbasis intranet serta mendorong guru membuat konten pendidikan di YouTube.

Meski terbatas, tapi efektif dalam menunjang pembelajaran siswa. Selain itu, e-library juga dikembangkan untuk mengantisipasi kurangnya buku di perpustakaan.

Merryen Silalahi mewakili Direktur Program Pendidikan Dasar Tanoto Foundation, Margaretha Ari Widowati, dalam sambutannya mengungkapkan kebanggaan atas inovasi dan terobosan yang dilakukan oleh para guru, kepala sekolah hingga pemerintah daerah dalam mencapai pendidikan berkualitas di Kalimantan Timur.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved