Berita Nasional Terkini

Ungkap Dugaan Motif Sebenarnya, Ayah Angelina Nathania Bantah Hubungan Asmara Anaknya dengan Pelaku

Rochmat Bagus Apriatma (41) ayah mahasiswi Ubaya Angelina Nathania membantah ada hubungan asmara antara anaknya dan tersangka pembunuhnya.

Editor: Doan Pardede
IST via TribunBangka.com
Angeline Nathania. Rochmat Bagus Apriatma (41) ayah mahasiswi Ubaya Angelina Nathania membantah ada hubungan asmara antara anaknya dan tersangka pembunuhnya. 

Dana tersebut rencana akan digunakan untuk membayar utang.

Korban yang masih kuliah, tentu saja tidak mempunyai uang sebanyak itu.

Pelaku terbesit pikiran menggadaikan mobil milik kakak Angelina.

Namun, Angelina menolak karena bukan pertama itu pelaku meminjam uang kepada korban.

Rochmat kemudian mengajak Angelina keliling Kota Surabaya hingga larut malam.

Kemudian, keduanya memutuskan istirahat di sebuah apartemen kawasan Surabaya Timur.

Baca juga: ATS Ungkap Faktor Penyebab Pelaku Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang Tak Kunjung Bisa Diungkap

Angelina di tempat tersebut kembali dibujuk soal urusan gadai mobil.

Perlu diketahui, Angelina sudi bermalam bersama Rochmat di sebuah apartemen karena terjebak dalam hubungan asmara.

Namun, kisah cinta mereka disembunyikan.

Satu alasannya, status Rochmat sudah berumah tangga.

Mereka saling mengenal sejak tahun 2013, saat itu Rochmat menjadi guru les gitar Angelina.

Hari berikutnya Rochmat dan Angelina keluar meninggalkan apartemen.

Rochmat mengajak Angelina bertemu orang yang disebut-sebut menerima gadai mobil.

Angelina marah memberontak ingin pulang.

"Pukul 14.30 yang mereka berhenti di sekitar jalan kawasan Kebun Bibit, Mulyorejo. Mereka bertengkar. Kejadian ini diketahui warga sekitar," ungkap Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Pasma Royce seperti dilansir Surya.co.id di artikele berjudul HUBUNGAN ASMARA Mahasiswi Ubaya Angelina dan Pembunuhnya Dibantah Sang Ayah, Cuma Mau Kuasai Harta.

Angelina saat itu gregetan dengan Rochmat.

Angelina mencela kelakuan Rochmat.

Hal ini membuat Rochmat emosi.

Tangan Angelina diikat ke belakang lalu lehernya dicekik.

Tak sampai di situ, leher Angelina dijerat dengan sabuk pinggang hingga tewas.

Praktis, Angelina meninggal di dalam mobil.

"Lalu tersangka pergi ke rumah mertua mengambil koper dan sempat membeli tali rapping. Korban dibungkus dengan plastik wrapping," terang Pasma.

Sekira pukul 20.30 Rochmat memutuskan membuang jenazah Angelina di luar kota Surabaya. Semula hendak dibuang di Batu. Namun, karena di sana tidak ada tempat sepi, akhirnya perjalanan dilanjutkan ke arah Cangar, Mojokerto.

Akhirnya pelaku memutuskan membuang jenazah di kawasan hutan Gajah Mungkur.

Seusai kejadian , Rochmat menggadaikan mobil milik kakak Angelina ke salah seorang teman di Pasuruan dengan nominal Rp25 juta.

Handphone Angelina dan miliknya dibuang.

Lalu, Rochmat sembunyi dengan cara tinggal di sebuah indekos di Kota Malang.

Setelah kasus terungkap, polisi menangkap pria yang menadah mobil Xpander yang digadaikan Rochmat.

Si penadah itu ditangkap pada Kamis (8/6/2023) di Pasuruan.

Di rumah penadah, Polisi menemukan mobil yang menjadi saksi bisu kematian Angelina.

Penadah dan barang bukti kemudian diboyong ke Polrestabes Surabaya.

Hari itu juga si penadah menyandang status saksi.

Akan tetapi, hingga Jumat (9/6/2023) sore, belum terlihat tanda-tanda polisi bakal menaikkan status penadah sebagai tersangka.

Gelar perkara pun belum dilaksanakan. Padahal, polisi hanya mempunyai waktu 1x24 untuk menentukan status penahanan.

Hingga sekarang polisi sekarang masih merahasiakan identitas penadah. Hanya saja, sempat disebutkan sumber si penadah adalah teman Rochmat.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved