Berita Berau Terkini

Ketua DPRD Madri Pani Ajak Warga Ikut Berperan Mengatasi Banjir

Proyek drainase ternyata masih menjadi polemik di masyarakat Kabupaten Berau dalam mengatasi banjir.

Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI
Pengerjaan saluran air atau drainase di Jalan Diponogoro Berau, Kalimantan Timur. Madri Pani menyatakan, gotong royong merupakan salah satu cara mempererat silaturahmi, menjalin kerjasama dan membangun kekompakan untuk mengatasi permasalahan yang terjadi di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.  

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Proyek drainase ternyata masih menjadi polemik di masyarakat Kabupaten Berau. Padahal kegiatan itu untuk meminimalisir adanya keluhan banjir.

Hal ini disampaikan DPRD Berau melalui Madri Pani di Berau, Kalimantan Timur pada Kamis (19/10/2023). 

Sesuai dengan pantauan TribunKaltim.co, Pemkab Berau memang melakukan pengerjaan drainase pada beberapa ruas jalan, contohnya pada Jalan Kedaung, Jalan Diponegoro, serta jalan lainnya.

Menanggapi hal itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau, Madri Pani menjelaskan, masterplan drainase yang dibuat belum tuntas.

Baca juga: Dampak Banjir di Berau, Akses di Kampung Tanjung Batu Pulau Derawan akan Ditingkatkan

Sehingga masih banyak drainase yang belum terkoneksi.

“Masterplan drainase itu belum tuntas pengerjaanya, makanya masih banyak drainase yang terputus,” terangnya kepada TribunKaltim.co.

Menurut Madri Pani, ketika drainase tersebut sudah diperbaiki dan masih menyebabkan banjir, artinya masih terjadi kesalahan dalam perencanaan.

Persoalan itu bukan hanya menjadi tanggung jawab Pemkab Berau.

Baca juga: Daerah Rawan Banjir di Berau, Bukan Termasuk Kawasan Kumuh

Tetapi memerlukan kerjasama dari masyarakat. Dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Ia memberi contoh, seperti gotong-royong saat Jumat Bersih.

Fokusnya membersihkan parit yang tersumbat. Untuk penanganan utama sebelum turunnya alat berat.

Apalagi, Gotong royong merupakan salah satu cara mempererat silaturahmi, menjalin kerjasama dan membangun kekompakan untuk mengatasi permasalahan yang terjadi di Kabupaten Berau. Terutama banjir yang sering terjadi.

Baca juga: Madri Pani Ingin Ada Simulasi Ulang Atas Rencana Penutupan Jembatan Sambaliung Berau

Jangan hanya menyalahkan pemerintah saja, tapi peran masyarakat juga perlu.

"Kalau alatnya cuman satu bagaimana caranya bisa mem-backup semua drainase,” tutupnya.

(*)

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved