Berita Berau Terkini
8 Fakta Kabupaten Berau yang Disebut-sebut akan Gabung ke Kaltara, Punya Wisata Bawah Laut Mendunia
Inilah 8 fakta Kabupaten Berau yang disebut-sebut akan bergabung ke Kaltara, salah satunya punya wisata bawah laut mendunia.
Aji Raden Suryanata juga disegani lawan maupun kawan.
Untuk mengenang jasa Raja Berau pertama, pemerintah telah mengabadikan sebagai nama Korem 091 Aji Raden Suryanata Kesuma berada pada Rayon Militer Kodam VI/TPR.
Setelah ia wafat, pemerintahan dilanjutkan keturunannya secara turun temurun hingga abad ke-17.
3. Belanda Memecah 2 Kesultanan
Pada awal abad XVIII, penjajah Belanda masuk memasuki Kerajaan Berau dengan kedok sebagai pedagang (VOC).
Namun, kegiatan dilakukan dengan politik Devide et Impera (politik adu domba).
Kelicikan Belanda berhasil memecah belah Kerajaan Berau, sehingga kerajaan terpecah menjadi dua kesultanan, yaitu Kesultanan Sambaliung dan Kesultanan Gunung Tabur.
Pada saat bersamaan, ajaran agama Islam masuk ke Berau yang dibawa oleh Imam Sambuayan dengan pusat penyebarannya di sekitar Sukan.
Sultan pertama di Kesultanan Sambaliung adalah Raja Alam yang bergelar Alimuddin (1800 - 1852).
Raja Alam terkenal sebagai pemimpin yang gigih menentang Belanda. Raja Alam pernah ditawan dan diasingkan ke Makassar (dahulu Ujung Panjang).
Untuk mengenang jiwa patriot Raja Alam, namanya diabadikan menjadi Batalyon 613 Raja Alam yang berkedudukan di Kota Tarakan.
Sedangkan, Kesultanan Gunung Tabur, sultan pertamanya adalah Sultan Muhammad Zainal Abidin (1800 - 1833).
Keturunanannya meneruskan pemerintahan, sultan terakhir adalah Aji Raden Muhammad Ayub (1951 - 1960).
Kemudian, wilayah kesultanan menjadi bagian dari Kabupaten Berau.
Baca juga: Abrasi Menghantui Pulau Derawan, Warga Sampaikan Keluhan saat Reses Ketua Komisi III DPRD Berau
4. Sultan Muhammad Amminuddin Menjadi Kepala Daerah Istimewa Berau
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.