Berita Penajam Terkini

Tahun Depan Seragam Gratis hanya Bagi Siswa Gakin di PPU

Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Penajam Paser Utara akan memberikan seragam gratis untuk anggaran tahun 2024 mendatang

Penulis: Nita Rahayu | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/NITA RAHAYU
Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU, Syamsul Adha mengatakan, salah satu yang menjadi pertimbangan adalah pendataan jumlah penerima yang belum selesai. TRIBUNKALTIM.CO/NITA RAHAYU 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Penajam Paser Utara akan memberikan seragam gratis untuk anggaran tahun 2024 mendatang.

Namun untuk program seragam gratis ini hanya diperuntukkan bagi keluarga miskin (gakin).

Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU, Syamsul Adha mengatakan, salah satu yang menjadi pertimbangan adalah pendataan jumlah penerima yang belum selesai.

Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, terdapat perbedaan jumlah penerima program seragam sekolah gratis.

Program tersebut tidak lagi menyasar seluruh peserta didik mulai dari TK hingga SMA, tetapi hanya peserta didik yang masuk kategori keluarga tidak mampu mulai tingkat TK hingga SMP.

Baca juga: Disdikbud Balikpapan Pastikan Sudah Salurkan 100 Persen Bantuan Seragam Gratis

Baca juga: Disdikbud Kutim Baru Bisa Cover Seragam Gratis Bagi Siswa Baru

"Terkait dengan seragam, tahun ini kita tidak bisa laksanakan dengan beberapa alasan," ungkapnya pada Rabu (8/11/2023).

Ia menjelaskan bahwa sasaran program kali ini dipastikan tepat sasaran, sehingga datanya harus akurat.

Selain itu, item yang akan diberikan juga hanya seragam wajib, yakni putih-merah untuk SD dan putih-biru untuk SMP.  Ada juga tas, sepatu dan kelengkapan lainnya.

Sementara untuk seragam olahraga dan batik untuk SD dan SMP tidak diberikan, lantaran dua pakaian tersebut berbeda setiap sekolah.

"Kalau TK diberikan batik karena sama semua se -Kabupaten PPU, batik PPU itu. Kalau SD dan SMP batik dan baju olahraganya ada ciri khas sekolah sendiri," jelasnya.

Karena tidak diakomodasi pada penerimaan siswa baru tahun ini, Syamsul mengaku banyak masyarakat yang sempat menanyakan.

Seragam sekolah gratis ini merupakan salah satu kebutuhan penting bagi masyarakat.

Selain itu, juga menjadi salah satu upaya penanggulangan kemiskinan di PPU.

"Sempat ada beberapa masyarakat juga yang menanyakan itu. Karena ini akan bersentuhan langsung dengan masyarakat, ini kebutuhan mereka," ujarnya.

Sementara itu, salah satu warga Penajam, Marlina mengatakan bahwa pada penerimaan siswa baru, dia harus mengeluarkan uang hingga Rp 2 juta untuk perlengkapan sekolah anaknya.

Baca juga: Disdikbud Bontang Mulai Bagikan Paket Seragam Gratis bagi Siswa SD dan SMP

Menurutnya, jumlah seragam sekolah yang harus dia beli cukup banyak, mulai dari seragam putih biru dan putih merah, batik, baju pramuka, hingga baju olahraga.

Program seragam sekolah gratis pun dinilainya akan cukup membantu jika direalisasikan kembali.

"Kalau ada seragam sekolah gratis kan minimal tidak perlu lagi beli baju putih kan, cukup baju batik dan olahraga saja, membantu sekali menurut saya," ujarnya.

Jika program seragam sekolah gratis diakomodasi, setidaknya membutuhkan anggaran sebesar Rp 8 miliar.  Nilai ini turun drastis dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai hingga Rp 14 miliar.

Pihak Disdikpora optimistis, program tersebut sudah dapat dijalankan kembali pada tahun 2024. (*)

 

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved