Berita Kutim Terkini

Komunitas Driver Gabungan di Sangatta Kutim Gelar Demo Damai Soal Antrean BBM Subsidi

Komunitas driver bersama perwakilan masyarakat sekitar SPBU Yos Sudarso II (Depan STC) demo damai soal antrean bahan bakar minyak atau BBM subsidi

Penulis: Nurila Firdaus | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO/NURILA FIRDAUS
Suasana aksi damai oleh gabungan komunitas driver di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur terkait maraknya antrean BBM subsidi di Sangatta. 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Komunitas driver bersama perwakilan masyarakat sekitar SPBU Yos Sudarso II (Depan STC) demo damai soal antrean bahan bakar minyak atau BBM subsidi di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur.

Pasalnya, nampak di sejumlah SPBU Sangatta Kutai Timur mengalami antrean kendaraan yaang cukup panjang bahkan sampai memakan bahu jalan.

Tak jarang, driver angkutan dan masyarakat sering merasa kehabisan BBM subsidi tersebut.

Baca juga: Bupati Ardiansyah Sulaiman Terima Tuntutan Aksi Demo Gabungan Komunitas Driver Sangatta Kutai Timur

Oleh sebab itu, komunitas gabungan dari Persatuan Truk Material Sangatta (Permata), Maxim, Organisasi Angkutan Darat (Organda), dan masyarakat sekitar SPBU STC melakukan aksi damai dimulai dari Bundaran Patung Singa.

Lalu berlanjut ke Jalan Yos Sudarso I, II dan ke arah Jalan AW Syahranie hingga ke halaman Kantor Bupati Kutai Timur.

Dalam orasinya, Sekretaris Permata Kutai Timur, Samsul Zainuddin mendesak pemerintah kabupaten (Pemkab) agar menindak tegas para pengetap BBM subsidi di SPBU.

"Kami menuntut tim terpadu yang sudah terbentun dan SK sudah diterbitkan, anggaran sudah dikeluarkan, tetapi belum ada tindakannya," ungkap Samsul, Rabu (20/12/2023).

Selain itu, ia juga meminta agar Pemkab Kutim tidak berdiam diri melihat antrean SPBU di Kutai Timur, khususnya Sangatta, mengalami kepadatan bahkan akibatnya BBM menjadi langka.

Baca juga: Pastikan Keselamatan Pemudik Jelang Nataru, Dishub Kutim Gelar Ramp Check di Terminal Km 3 Sangatta

Selain itu juga, disampaikan oleh Ketua Organda Kutim, Sadam bahwa para supir angkutan di Sangatta kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi.

"Bahkan harus antre dulu sampai 3 jam, itupun kalau dapat, padahal dalam sehari pendapatan supir angkutan Rp 150 ribu untuk setoran ke pemilik kendaraan, ini harus segera ditindaklanjuti pak," ucapnya tegas dihadapan Bupati Kutim dan pejabat lainnya.

Tak hanya itu, para demonstran juga meminta agar menindak tegas petugas SPBU yang berbuat kecuarangan seperti penarikan pungutan liar (pungli) hingga soal penggunaan fuel card.

"Bahkan ada juga driver yang mau beli BBM pas discan barcodenya ternyata sudah dipakai padahal belum, jadi tidak bisa mendapatkan BBM," urainya.

Dalam pantauan Tribunkaltim.co, para demonstran yang berjumlah sekitar 700 orang itu dapat dikendalikan sehingga ada beberapa perwakilan dari demonstran diajak masuk ke Ruang Arau, Kantor Bupati Kutim, untuk berdiskusi dan mendengarkan jawaban Bupati Kutai Timur bersama Kapolres, Tim Satgas Terpadu BBM Kutim dan Pertamina Site Sangatta. (*)

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Kaltim dan Google News Tribun Kaltim untuk pembaruan lebih lanjut tentang berita populer lainnya

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved