Berita Penajam Terikini

Cerita Petani Lokal PPU Pikat Pasar dengan Melon Golden, Rasanya Lebih Manis dari Melon Biasa

Baginya, melon ini bukan hanya sekadar buah, melainkan terobosan dalam menjawab tantangan untuk berinovasi.

TribunKaltim.co/MOHAMMAD ZEIN RAHMATULLAH
Petani dari Penajam Paser Utara, Sugiman, dengan bangga memamerkan melon golden Alisa, inovasi buah hasil perkebunannya yang manis dan berwarna kuning keemasan.  

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Petani lokal dari Kelompok Tani Sumber Wangi di Penajam Paser Utara, Sugiman, memamerkan hasil perkebunannya.

Pria asal Kecamatan Sepaku, PPU, itu tampil percaya diri dengan melon inovatifnya yang dinamai melon golden Alisa saat puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia beberapa waktu lalu.

Baginya, melon ini bukan hanya sekadar buah, melainkan terobosan dalam menjawab tantangan untuk berinovasi.

Secara kasat mata, wujud melon ini berukuran sama dengan melon pada umumnya.

Baca juga: Baru Wahana Digital Nusa Lumina di Pantai Balikpapan Super Block, Edukasi Pengunjung Tampilan 4D

Namun perbedaan kontrasnya terletak pada warnanya yang kuning keemasan. Melon yang tak hijau ini, diklaim Sugiman, merupakan inovasinya pribadi.

"Dari OIKN bilang, masa petani nggak bisa berinovasi, akhirnya saya berinovasi. Alhamdulillah rasa tidak kalah," celetuk petani binaan Direktorat Ketahanan Pangan Otorita IKN ini.

Sugiman menjelaskan bahwa melon golden Alisa bukanlah hasil persilangan, melainkan turunan dari varietas melon yang telah ada.

Perlakuan khusus dalam proses penanaman, mulai dari pemilihan bibit hingga masa panen, menjadi kunci utama keunggulan melon ini.

Di mana melon ini memiliki usia panen yang relatif cepat, hanya sekitar 50-60 hari.

"Kelebihannya; soal rasa lebih manis dari melon biasa, kalau melon biasa itu di angka 6 (dari 10), kita berani di angka 8 atau 9," tegas Sugiman.

Keunggulan melon golden Alisa tidak hanya terletak pada rasanya yang manis dan renyah, tetapi juga pada tampilannya yang menarik dengan warna kuning keemasan.

Sugiman beranggapan, warna melon ini tak jarang menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen.

Dia berujar, melon inovasinya ini berhasil memikat pasar. Dia membanderol di harga Rp40 ribu per kilogram.

Kata dia, nominal tersebut bisa melonjak hingga Rp47 ribu per kilogram setelah mendarat di pasaran.

Sugiman memang berharap tinggi pada penjualan melon ini. Harapannya pun bagai gayung bersambut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved