Ibu Kota Negara

Pembangunan IKN Penyebab Matinya Paus Sperma yang sempat Terdampar di Perairan Teritip Balikpapan

Greenpeace menyebut pembangunan IKN Kaltim menjadi salah satu penyebab matinya Paus Sperma yang sempat terdampar di perairan Teritip, Balikpapan.

Editor: Amalia Husnul A
HO/Bripka Taufik-DP3 Balikpapan
IKN PENYEBAB MATINYA PAUS SPERMA - Paus sperma (Physeter macrocephalus) yang terdampar di perairan Muara Teritip, 35 kilometer utara pusat kota Balikpapan akhirnya mati. Paus setelah terdampar sejak Senin (22/9/2024). Greenpeace menyebut pembangunan IKN Kaltim menjadi salah satu penyebab matinya paus sperma yang sempat terdampar di perairan Teritip, Balikpapan. 

Binmas Perairan Ditpolairud Polda Kaltim,Bripka Taufik, menjelaskan, mulanya hewan mamalia tersebut ditemukan di perairan Manggar oleh masyarakat nelayan ketika melaut.

Para nelayan kebetulan berpapasan dengan paus tersebut yang berjarak sekitar 2 mil dari daratan.

"Mereka melaporkan, sore itu kita tindak lanjuti bersama Dinas Perikanan dan BKSDA," ungkap Bripka Taufik, Kamis (26/9/2024). 

Menurutnya, tim gabungan sudah berupaya keras untuk menyelamatkan paus tersebut, namun upayanya terhambat kondisi cuaca yang kurang mendukung serta waktu yang sudah memasuki malam hari.

Taufik melanjutkan, mereka telah berupaya hingga malam sebelumnya untuk menyelamatkan paus agar bisa bergerak ke tengah.

Namun, karena faktor cuaca dan kondisi gelap, paus hanya sedikit bergerak ke arah tengah, sehingga mereka memutuskan untuk meninggalkan lokasi demi keselamatan semua pihak.

"Yang terpenting, paus tersebut bisa selamat dan kembali ke perairan yang lebih dalam," imbuh Taufik. 

Namun pagi tadi, Kamis (26/9/2024), pihaknya kembali mendapatkan laporan bahwa paus tersebut terdampar lagi di lokasi yang sama, tepatnya di Teritip, Balikpapan Timur. 

"Ini kami mau kesana untuk memastikan. Yang jelas paus itu masih hidup. Mungkin kesehatannya tidak 100 persen ya, mungkin tidak sepenuhnya sehat," terang Bripka Taufik.

Baca juga: WWF Infonesia Kerap Temukan Hiu Paus Tersangkut Alat Tangkap Nelayan di Perairan Kepulauan Derawan

Saat ditanya lebih lanjut tentang ukuran paus, Bripka Taufik memperkirakan panjang paus tersebut sekitar 15 meter dengan berat mencapai 40 ton.

Mengenai kemungkinan penyebab paus terdampar, Bripka Taufik menjelaskan beberapa faktor yang mungkin berperan. 

Menurutnya, paus bisa saja tersesat akibat masalah kesehatan, atau terpengaruh oleh gempa yang terjadi sebelumnya. 

Berkaca dari kejadian pesut terdampar, Taufik menerangkan, didorong beberapa faktor.

Faktor pertama, biasanya hewan itu sakit. Kedua, mereka kemungkinan mau bereproduksi. Atau faktor ketiga, mereka berniat bermain di lokasi tersebut dan biasanya setelah 3 hari mereka akan meninggalkan lokasi tersebut.

"Tapi bisa jadi paus ini sakit, kita belum tahu kepastiannya. Atau faktor lain, seperti gempa kemarin. Gempa itu bisa mempengaruhi sonar mereka, sehingga mereka kesulitan kembali ke perairan dalam," paparnya.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved