Horizzon
Disclaimer
Kali ini kita sengaja memilih istilah bertanding, untuk menegaskan bahwa esensinya semua pasangan harus saling mengalahkan untuk meraih jabatan
Penulis: Ibnu Taufik Jr | Editor: Syaiful Syafar
Oleh: Ibnu Taufik Juwariyanto, Pemimpin Redaksi Tribun Kaltim
TIDAK terasa, terhitung dari hari ini, Senin (14/10/2024), pencoblosan dalam rangkaian Pilkada Serentak 2024 tinggal 44 hari lagi.
Untuk yang pertama kalinya, gelaran Pilkada, yang di dalamnya meliputi pemilihan gubernur dan wakil gubernur, walikota dan wakil walikota serta bupati dan wakil bupati akan digelar serentak.
Sesuai dengan tahapan yang sudah ditentukan, hari pencoblosan ini dipilih pada hari Rabu, 27 November 2024.
Di Kalimantan Timur, dalam Pilkada Serentak 2024 ini, total 29 pasangan, mulai dari bupati dan wakil bupati, walikota-wakil walikota hingga gubernur dan wakil gubernur akan bertanding.
Dua puluh tujuh pasangan bertanding di 10 kabupaten kota dan dua pasangan akan bertanding merebut suara di level provinsi.
Baca juga: Ingat, IKN Masih di Kaltim!
Kali ini kita sengaja memilih istilah bertanding, untuk menegaskan bahwa esensinya semua pasangan harus saling mengalahkan untuk meraih jabatan politik yang sedang diperebutkan.
Dan sudah diprediksi sejak awal, media mainstream tidak memiliki banyak ruang di ajang kontestasi ini.
Kue iklan terkait kontestasi justru lari ke akun-akun sosial media dengan follower banyak dan juga buzzer yang diharapkan bisa membantu kampanye calon.
Perang di sosial media, baik kampanye positif maupun strategi menyerang dengan memviralkan kelemahan lawan melalui akun akun buzzer dinilai kontestan dan tim sukses atau tim media dianggap lebih efektif dibanding beriklan dengan konsep konvensional di media mainstream.
Kontestan lupa bahwa peran media mainstream sesungguhnya tidak sebatas pada produk jurnalistik yang dipublish.
Kontestan lupa bahwa media mainstream memiliki sejumlah alasan untuk tidak ikut bermain di kampanye barbar sebagaimana yang belakangan massif di lini sosial media.
Baca juga: Belajar dari Tangis Goenawan Mohamad
Kewajiban moral yang harus diemban media mainstream seperti Tribun Kaltim juga tak serta merta membuat Tribun Kaltim harus condong ke salah satu pasangan meskipun ada kontrak kerja sama dengan salah satu kandidat.
Mengawal demokrasi dan memberdayakan publik kebanyakan menjadi prioritas media mainstream dibanding harus bersikap kentara memihak salah satu pasangan.
Kalaupun ada jumlah konten yang berbeda, dan dimoninasi satu dua konten dari pasangan tertentu, bisa dipastikan bahwa itu melalui jalur konten berbayar.
Sementara untuk napas bagi seluruh konten yang berasal dari proses jurnalistik, bisa dipastikan semua didedikasikan untuk mengawal demokrasi dan kesetaraan.
Situasi tersebut dibuktikan Tribun Kaltim dengan memberi ruang yang sama kepada seluruh kandidat dalam kontestasi Pilkada Serentak 2024 kali ini.
Baca juga: Tribun Kaltim Mengeja Pilkada 2024
Semua pasangan yang berjumlah 29 pasangan diberi ruang yang sama di seluruh platform yang dimiliki Tribun Kaltim, mulai print, web, dan juga saluran YouTube official Tribun Kaltim.
Mulai Senin (14/10/2024) secara berurutan, Tribun Kaltim mendedikasikan satu halaman khusus, yaitu halaman Mata Lokal Memilih untuk seluruh kontestan secara berurutan memaparkan janjinya kepada publik.
Tribun Kaltim paham, ini bukan semata-mata untuk kepentingan kontestan, namun lebih dari itu, visi misi yang ditampilkan juga diharapkan bisa menjadi indikator bagi pemilih yang bakal menjadi penentu siapa yang bakal menjadi nahkoda mereka di daerah masing-masing.
Bukannya tanpa kendala, niat baik mendedikasikan satu halaman ini juga kadang terkendala justru dari kandidatnya.
Untuk itu sebagai disclaimer, kita sampaikan bahwa terkait hal ini, seluruh kandidat dipastikan sudah menerima surat permohonan wawancara.
Artinya, jika pada hari yang sudah ditentukan, Tribun Kaltim tidak mendapatkan materi dari kandidat, maka tidak bisa diartikan Tribun Kaltim tidak memberi ruang kepada kandidat tersebut.
Baca juga: Saat Jakarta Diserbu Pemburu Tiket
Tribun Kaltim paham, sebagai media mainstream memiliki kepentingan dengan siapapun yang bakal menjadi pemenang dalam kontestasi di Pilkada 2024 ini.
Kita punya komitmen, siapapun yang berhasil memenangkan kontestasi ini, Tribun Kaltim akan menjadi mitra kritis untuk ikut mengawal dan mengakselerasi pembangunan di semua kabupaten/kota termasuk Kalimantan Timur sebagai provinsi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ibnu-taufik-juwariyanto-pemimpin-redaksi-tribun-kaltim.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.