Berita Samarinda Terkini
Pengunjung Teras Samarinda Lebih Pilih Jukir Liar Ketimbang Zona Parkir
Teras Samarinda kini menjadi ikon baru di Kota Tepian namun warga enggan memarkir kendaraan mereka di lokasi parkir yang telah disiapkan
Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA — Teras Samarinda kini menjadi ikon baru di Kota Tepian.
Berlokasi di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Pasar Pagi, ruang publik yang mulai digarap sejak 2023 dengan anggaran tahap pertama senilai Rp 36,9 miliar ini menghadirkan wajah baru tepian Sungai Mahakam yang memikat.
Proyek ini berhasil meningkatkan daya tarik masyarakat yang ingin menikmati panorama sungai dengan suasana yang lebih modern dan nyaman.
Sebagai salah satu destinasi baru, Teras Samarinda kini dilengkapi berbagai fasilitas, termasuk penyediaan lahan parkir yang memadai bagi pengunjung.
Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda telah menyiapkan tiga lokasi parkir dengan zona untuk kendaraan roda dua dan roda empat.
Bahkan, untuk mendukung kemudahan dan transparansi, pembayaran retribusi parkir dapat dilakukan secara non-tunai dengan tarif hanya Rp2 ribu.
Baca juga: Pelican Crossing Segera Difungsikan, Dishub Jamin Keamanan Pengunjung Nyeberang di Teras Samarinda
Baca juga: Demi Kenyamanan dan Ketertiban, Teras Samarinda Diusulkan Ada Jam Berkunjung
Namun, di tengah upaya peningkatan layanan publik, masih ada kendala terkait perilaku masyarakat. Tak jarang, pengunjung enggan memanfaatkan zona parkir resmi yang telah disediakan.
Sebagian memilih parkir di kawasan seberang Teras Samarinda, meskipun harus membayar tarif lebih tinggi kepada juru parkir liar.
Hal ini pun juga menjadi sorotan bagi Fahruddin, anggota Komisi III DPRD Samarinda.
Menurutnya, pemerintah sudah memberikan solusi dengan menyediakan lahan parkir resmi yang mudah diakses dan terjangkau.
“Ada yang mengeluh jukir di seberang Teras Samarinda itu, tapi itu kan salah mereka juga maunya cari yang mudah dan cepat. Pemerintah juga sudah mengarahkan untuk parkir di tempatnya," jelas Fahruddin.
Hanya saja, dirinya menyayangkan perilaku masyarakat. Terlebih, kebiasaan tersebut berpotensi menguapkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Samarinda.
Politisi Partai Golkar ini juga mengkritisi kebiasaan sebagian masyarakat yang lebih memilih opsi instan meskipun berujung pada keluhan.
Sebab itu, dirinya berharap agar masyarakat dapat mengubah perilaku saat berkunjung ke ikon baru ibu kota Kaltim ini.
"Dishub (Dinas Perhubungan) juga sudah bilang, mereka tidak bisa memberantas jukir liar kalau masyarakat masih seperti itu. Jangan maunya mencari yang simple, tapi ujung-ujungnya komplain," ujar Fahruddin.
Penumpang dan Pengelola Bus Anggap Terminal Bayangan Samarinda Mudahkan Akses, Harga Tiket Sama |
![]() |
---|
Sistem Tilang ETLE di Samarinda Belum Berfungsi, Ribuan Pengendara Masih Melanggar Lalulintas |
![]() |
---|
Alasan Penumpang Pilih Terminal Bayangan Samarinda: Langsung Berangkat, Lebih Cepat |
![]() |
---|
PUPR Samarinda Hanya Fokus Bangun Insinerator dan Pengelolaan Diserahkan ke DLH |
![]() |
---|
Terminal Bayangan Samarinda tak Langgar Lalulintas Malah Mudahkan Akses Penumpang |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.