Berita Samarinda Terkini
Habiskan Anggaran Rp 1,8 Miliar, Ini Konsep Tugu Pesut di Jembatan Mahakam IV Samarinda
Pengerjaan Tugu Pesut yang berada di ujung Jembatan Mahakam IV Samarinda kini telah menyentuh tahap akhir
Penulis: Rita Lavenia | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA - Pengerjaan Tugu Pesut yang berada di ujung Jembatan Mahakam IV Samarinda kini telah menyentuh tahap akhir.
Sentuhan akhir berupa lukisan sejuta makna oleh Penjabat Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Akmal Malik bersama sang seniman pembuat tugu John Martono menjadi pemanis akhir monumen dengan makna The Journey of Happiness atau Perjalanan Kebahagiaan tersebut, Senin (6/1/2025).
Berdiri megah, di antara Jalan Ahmad Yani dan Jalan Cipto Mangunkusumo Samarinda, tugu karya seniman asal Bandung tersebut dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (Kaltim) dengan nilai Rp 1,8 miliar.
Dikerjakan oleh 18 orang Tugu Pesut tersebut dibuat menggunakan plat galvanis dengan ketebalan 1,5 milimeter.
"Jadi tugunya tidak akan berkarat," jelas John Martono yang akrab dengan sapaan Capt. John tersebut.
Baca juga: Polemik Bentuk Tugu Pesut Mahakam Samarinda, Dosen Ilmu Budaya dari Unmul Beri Pandangan
Baca juga: Makna Tugu Pesut di Dekat Jembatan Mahakam IV Samarinda, Karya Seniman Bandung
17 kombinasi warna menjadi pemanis Tugu Pesut dengan panjang 36 meter dan lebar 7 meter tersebut.
Untuk mempercantik, seluruh sisi plat akan dililiti lampu LED putih sepanjang 300 meter.
Ada juga belasan lampu sorot yang akan mempercantik tampilannya pada petang hingga malam hari.
Capt. John menjelaskan, konsep yang ingin dicapai melalui tugu ini adalah bagaimana masyarakat bisa mencintai lingkungan.
"Saya yakin selama Pesut itu ada, berarti lingkungan itu baik. Sama seperti kalau di lingkungan kita masih ada kupu-kupu, artinya udara masih bagus," jelasnya.
Sementara pada bagian bawahnya, jelasnya, orang bisa mengartikan sebagai Sungai Mahakam.
Namun lanjutnya, yang ingin ditampilkan bahwa sesuatu yang mengalir itu mengandung nilai-nilai fleksibilitas.
"Fleksibilitas artinya siapapun yg hidup di Kaltim harus secara situasional dan progresif menghadapi berbagai macam zaman," jelasnya.
Ia menjelaskan, ide membuat monumen tersebut tercetus dari Pj Akmal Malik sejak Desember 2023.
Setelah dirancang, akhirnya awal September 2024 pengerjaan dimulai.
Hasil Uji Laboratorium Ompreng SPPG Samarinda Ulu 2 Ditunggu dalam 3 Hari |
![]() |
---|
Pria Pencuri Motor di Samarinda Ditangkap Warga Setelah Dipancing via Facebook |
![]() |
---|
Sopir Truk R6 yang Lindas Pelajar di Jalan Wahid Hasyim II Samarinda hingga Tewas Masih Buron |
![]() |
---|
2 Karyawan Soto Lamongan Alami Luka Bakar Saat Kebakaran di Sungai Kunjang Samarinda |
![]() |
---|
Kasat Reskrim Polresta Samarinda AKP Dicky Anggi Pranata Diganti |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.