Senin, 1 Juni 2026

Ramadhan 2025

Merawat Kemabruran Puasa 5 - Berorientasi Husnul Khatimah

Jiwa akan sehat dan terpelihara kalau kita terbiasa berfikir sehat, proaktif, dan berorientasi kepada husnul khatimah.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Diah Anggraeni
TRIBUNNEWS.COM/RISMAWAN
NASARUDDIN UMAR - Foto arsip Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, MA, Imam Besar Masjid Istiqlal saat ditemui di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (19/5/2023). (TRIBUNNEWS.COM/RISMAWAN) 

Satu set antara niat dan perbuatan sesungguhnya itulah jalan lurus (shirath al-mustaqim).

Baca juga: Merawat Kemabruran Puasa 3 - Mengontrol Tabungan Sosial

Perbuatan yang tidak sesuai dengan niat semula boleh jadi disebut jalan yang dimurkai Tuhan (al-magdhub) atau jalan sesat (al- dhalin). 

Keselarasan antara blue print (ciptaan pertama) dengan perbuatan (ciptaan kedua) membutuhkan kepemimpinan dan manajemen.

Manajmen dimaksudkan di sini tidak lain adalah adalah mengerjakan hal-hal yang baik dan benar secara konsisten.

Melakukan pebuatan baik dan benar secara konsisten sesungguhnya juga memerlukan manajemen kalbu, yaitu pengelolaan kalbu secara baik dan benar.

Caranya tentunya bagi umat beragama caranya ialah konsisten mengukuti tuntunan ajaran agama secara telaten.

Baca juga: Merawat Kemabruran Puasa 4 - Hidup Ini adalah Seni

Untuk mencapai husnul khatimah di dalam urusan duniawi kita maka diperlukan penetapan sasaran-sasaran atau tujuan program yang bisa dicapai yang dapat dicapai.

Kita tidak boleh melupakan sasaran-sasaran tersebut.

Sesederhana apapun suatu tujuan tetap kita tidak boleh melupakannya.

Oleh karena itu, jangan pernah kita tidak menghargai hal-hal yang kecil dan sederhana dalam hidup ini, karena kebanyakan yang menggagalkan hidup seseorang bukan hal besar tetapi hal-hal kecil. (*)

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved