Demo Pekerja Teras Samarinda

Kemelut Upah Pekerja Teras Samarinda tak Dibayar Kontraktor, Walikota Andi Harun Siap Dipanggil DPRD

Kemelut upah pekerja Teras Samarinda tak dibayar kontraktor hingga ricuh di DPRD. Walikota Samarinda, Andi Harun menyatakan siap dipanggil DPRD

Penulis: Aro | Editor: Amalia Husnul A
TribunKaltim.co/Sintya Alfatika Sari-Gregorius Agung Salmon
PEKERJA TERAS SAMARINDA - Proyek Teras Samarinda yang jadi ikon baru ibukota Kaltim. Kanan: Aksi demo pekerja Teras Samarinda yang belum dibayar, Kamis (27/2/2025). Kemelut upah pekerja Teras Samarinda tak dibayar kontraktor hingga ricuh di DPRD. Walikota Samarinda, Andi Harun menyatakan siap dipanggil DPRD Samarinda. (TribunKaltim.co/Sintya Alfatika Sari-Gregorius Agung Salmon) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kemelut upah pekerja Teras Samarinda yang tak dibayar kontraktor diwarnai kericuhan di DPRD saat rapat dengar pendapat. 

Proyek Teras Samarinda menjadi sorotan terkait upah pekerja yang tak kunjung dibayar kontraktor.

Diketahui, Teras Samarinda kini menjadi ikon baru ibukota Kaltim yang sayangnya menyisakan kemelut upah pekerja yang belum dibayar kontraktor.

Kamis (27/2/2025), puluhan pekerja proyek Teras Samarinda tahap I menggelar aksi protes di DPRD Samarinda.

Baca juga: Soal RDP Pekerja Teras Samarinda yang Berujung Lempar Kotak Makan, Begini Tanggapan Wali Kota

Para pekerja yang hingga kini belum menerima gaji mereka dari pihak kontraktor menggelar aksi unjuk rasa dengan membawa spanduk bertuliskan "Bayar Upah Kami, Usut Tuntas Problem Teras Samarinda".

Setelah melakukan aksi di depan kantor DPRD, para pekerja diizinkan masuk ke dalam ruang rapat untuk melakukan audiensi dengan anggota dewan dan perwakilan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.

Namun, pertemuan ini berlangsung panas hingga berujung pada insiden pelemparan nasi kotak oleh anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim ke arah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek Teras Samarinda, Ilhamsyah.

Perdebatan sengit antara anggota DPRD dan pihak pemkot pun tak terhindarkan sebelum akhirnya dilerai oleh anggota dewan lainnya.

Terkait kericuhan di DPRD Samarinda saat pembahasan pekerja Teras Samarinda, Walikota Samarinda, Andi Harun menyatakan kesiapannya dipanggil DPRD Samarinda. 

Walikota Samarinda, Andi Harun menegaskan bahwa pemerintah kota siap berdiskusi lebih lanjut jika diperlukan. 

Ia sarankan agar DPRD tidak hanya mengundang pejabat teknis dari Dinas PUPR, tetapi juga menghadirkan jajaran pimpinan Pemerintah Kota.

Termasuk dirinya, Wakil Walikota, dan Sekretaris Daerah (Sekda), guna membahas solusi konkret terhadap permasalahan ini.

DEMO DI SAMARINDA - Puluhan pekerja Terasa Samarinda yang belum dibayar upahnya bersama TRC PPA Korwil Kaltim melakukan demo di depan Kejari Samarinda, Kamis (27/2/2025).  Mereka meminta Kejari Samarinda mengusut tuntas permasalahan pada proyek Teras Samarinda.(TRIBUNKALTIM.CO/GREGORIUS AGUNG SALMON)
PEKERJA TERAS SAMARINDA - Puluhan pekerja Terasa Samarinda yang belum dibayar upahnya bersama TRC PPA Korwil Kaltim melakukan demo di depan Kejari Samarinda, Kamis (27/2/2025). Kemelut upah pekerja Teras Samarinda tak dibayar kontraktor hingga ricuh di DPRD. Walikota Samarinda, Andi Harun menyatakan siap dipanggil DPRD.    (TribunKaltim.co/Gregorius Agung Salmon)

“Jika penjelasan Kabid dan PPK PUPR dirasa tidak memuaskan, maka undang Walikota, Wakil Walikota, Sekda, serta jajaran terkait.

Kan lebih bagus jika keputusan bisa diambil langsung di tempat. Tidak perlu gaduh," ujar Walikota Andi Harun.  

Baca juga: Komisi III DPRD Bakal Panggil Dinas PUPR soal Polemik Teras Samarinda, Kadis Diharapkan Hadir

Ia menegaskan, kesiapannya untuk hadir dalam rapat jika mendapat undangan resmi dari DPRD guna mencari penyelesaian atas persoalan yang sudah berlarut-larut ini.  

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved