Berita Kaltim Terkini
Banyak Kendaraan Rusak usai Isi Pertamax, Komisi III DPRD Kaltim Desak Pertamina Periksa SPBU
Banyak kendaraan rusak usai isi pertamax, Komisi III DPRD Kaltim desak Pertamina segera lakukan pemeriksaan terhadap SPBU.
Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Diah Anggraeni
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Sepekan belakangan ini ramai diperbincangkan masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim), khususnya Kota Samarinda dan Balikpapan, soal kendaraan yang mengalami kerusakan pasca mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax.
Berdasarkan penelusuran TribunKaltim.co, baik kendaraan roda dua maupun roda empat di Samarinda mengalami mogok dan harus masuk bengkel.
Hal itu diduga kuat setelah pemilik kendaraan mengisi pertamax di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Salah satunya adalah ambulans Puskesmas Sambutan.
Baca juga: DPRD Kaltim Minta Pembangunan Infrastruktur Jadi Prioritas
Ambulans tersebut mengisi pertamax sebanyak 20 liter di SPBU Jalan Pelita II, Kecamatan Sambutan, Samarinda, Senin (24/3/2025) sekitar pukul 13.00 Wita.
Setelah mengisi BBM di SPBU tersebut, ambulans itu langsung diparkir di puskesmas.
Saat digunakan keesokan harinya menuju posyandu lansia, ambulans mengalami mogok di tengah jalan.
"Menurut sopir kami, mobil kehilangan tenaga. Saat melewati tanjakan, mesin tidak mampu memberikan daya dorong, gas tersendat-sendat," ujarnya.
Dinilai membahayakan untuk digunakan saat tugas, sopir ambulans Puskesmas Sambutan pun harus kembali dan menggunakan kendaraan pribadi untuk menyelesaikan tugasnya saat itu.
Hingga keesokan harinya, puskesmas memutuskan untuk membawa kendaraan tersebut ke bengkel.
Kemudian pada hari Jumat (28/3/2025), pihak puskesmas pun menerima laporan dari hasil pengecekan oleh montir di bengkel.
Nadia Tri Handayani Kuncoro mengatakan, pihak bengkel menemukan endapan padat di pertamax sehingga filter pompa pada kendaraan tersebut mengalami penyumbatan.
"Pada saat dicek montir, ditemukan adanya kerusakan pada In-Tank Fuel Pump. Ternyata ada endapan yang menghambat aliran bahan bakar. Endapan ini menghambat aliran BBM bersih yang juga berfungsi sebagai pendingin. Jika aliran terganggu, pompa bahan bakar bisa mengalami panas berlebih dan menyebabkan kerusakan, bahkan pada kendaraan baru sekalipun," jelasnya.
Ia pun mengatakan, hasil temuan oleh montir bengkel tersebut bukanlah campuran dari sisa BBM sebelumnya dan BBM yang baru di sini, tetapi endapan pada pompa tersebut diduga dari pewarna BBM yang baru diisi di mobil ambulans puskesmas tersebut.
"Ini pertama kali ditemukan oleh montir kami, sampai dia heran kenapa BBM bisa sekotor ini, Endapan ini ditemukan di Pertamax, sedangkan pada Pertalite juga ada endapan, tapi dalam jumlah yang masih dianggap normal," ujarnya.
Baca juga: Peneliti Studi Antikorupsi dari Unmul Kritik Rapat DPRD Kaltim di Hotel Berbintang Balikpapan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250329_Wakil-Ketua-Komisi-III-DPRD-Kaltim-Akhmed-Reza-Fachlevi.jpg)